Home Health Tertinggi di NTB, Bappeda Minta Semua OPD Bersinergi Turunkan Angka Stunting di...

Tertinggi di NTB, Bappeda Minta Semua OPD Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Lombok Utara

Lombok Utara, bukadikit.co- Masalah kesehatan masih menjadi PR besar yang harus diatensi oleh pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Pasalnya angka keterlambatan tumbuh kembang anak atau stunting di Lombok Utara berada pada grafik tertinggi di NTB.

Kepala badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Farihin mengatakan, tingginya angka stunting di KLU diakibatkan oleh banyaknya faktor.

Faktor utama yang menyebabkan angka stunting di KLU yakni masih kurangnya pengetahuan dari para orang tua terkait mengenai apa itu stunting. Pengetahuan akan stunting ini juga dipengaruhi oleh usia nikah di bawah 18 tahun yang masih kerap terjadi di Lombok Utara.

“Kemudian fasilitas kesehatan yang masih kurang merata serta angka kemiskinan yang masih tinggi,” ujar Farihin, saat ditemui kemarin.

Pemenuhan fasilitas kesehatan ini katanya, sedang diupayakan oleh Pemda. Pembentukan Pustu dan Puskesmas akan diupayakan tahun mendatang. Kemudian faktor kemiskinan yang masih tinggi yang memicu kurangnya pemberian gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak juga harus diatensi.

“Sehingga ini menjadi PR bagi semua pihak guna bersinergi menekan angka stunting” imbuhnya.

Foto: Kepala badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Farihin (dok.ist)

Lebih jauh disebutkannya, angka stunting di Kabupaten Lombok utara masih sebesar 22,94 persen. Kendati demikian, angka tersebut terus mengalami penurunan, terhitung dari tahun 2020 sebanyak 33,70 persen. Kemudian pada tahun 2021 28,31 persen serta pada tahun 2022 sebesar 22,94, sehingga dalam dua tahun terakhir terdapat penurunan angka stunting seesar 18 persen.

“Pemda akan terus menargetkan penurunan angka stunting pada tahun 2024 untuk menyentuh angka 14 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TPPKK Provinsi NTB Hajah Niken Zulkiflimansyah megatakan, pemenuhan kebutuhan makanan yang bergizi dalam 1000 hari kehidupan pertama juga sangat mendukung pencegahan terjadinya stunting pada balita. Karena itu, ia mendorong masyarakat, khususnya di KLU untuk mengkonsumsi ikan, mengingat wilayah KLU dikelilingi pantai yang mana hasil tangkapan ikan nelayannya cukup tinggi.

“Mengonsumsi ikan sangat baik untuk membantu tumbuh kembang anak, terutama kan di KLU hasil tangkapan ikan dari nelayan cukup tinggi,” kata Niken.

Ia pun berharap dengan adanya berbagai program yang dijalankan dapat menekan angka stunting di NTB.

“Kita harus bersinergi, bekerjasama untuk menekan angka stunting di NTB” tutup Niken.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...