Home Education Refleksi Akhir Tahun, Bupati Lombok Utara Ngopi Bareng Aktivis Mahasiswa

Refleksi Akhir Tahun, Bupati Lombok Utara Ngopi Bareng Aktivis Mahasiswa

Lombok Utara, bukadikit.co- Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar bersama puluhan aktivis mahasiswa Lombok-Jakarta mengadakan obrolan santai seputar demokrasi sembari ngopi bareng di sebuah Kedai Kopi sentral Jakarta, Sabtu (28/12).

Obrolan santai tersebut bertajuk refleksi akhir tahun dan silaturrahmi guna curah gagas Lombok Utara Bangkit.

Bupati Najmul menyatakan ia menyambut baik acara obrolan untuk kian sehatnya cara berdemokrasi. Di antara poin yang disampaikan yakni terkait Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan dan pengembangan pariwisata.

“Musrenbang punya terobosan, ada pramusrenbang untuk mahasiswa, pelajar, perempuan, anak, dan kaum difabel yang dicanangkan secara partisipatif,” tandas Najmul.

Dicontohkannya, siapa pun mahasiswa yang mau meningkatkan potensi Bahasa Inggrisnya, Pemda KLU memfasilitasi pelatihan TOEFL di Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Kebijakan bagi mahasiswa untuk persiapan sebagai pengusaha pemula. Tahun depan, hampir 400 mahasiswa yang siap turut serta kolaborasi program. Disamping adanya peningkatan beasiswa melalui jalur prestasi dan umum di Lombok Utara secara bertahap terus dilakukan dari tahun ke tahun,” urainya.

Dijelaskannya, kini di Lombok Utara bagi masyarakat yang lahir langsung mendapatkan Akta Kelahiran. Ada pula terobosan dari kewenangan bupati di kabupaten yang dilimpahkan ke kecamatan dan dinas dengan memastikan biaya dan waktu layanan publiknya. Termasuk layanan perizinan.

“Bagaimana memaksimalkan layanan publik pada aspek kesehatan, dengan mengadakan sarana ambulans dan layanan Dokter Desa (dokter bina wilayah). Kita membuat program Kartu Lombok Utara Sehat, selain adanya kepesertaan BPJS, untuk menopang masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya.

Dari capaian tersebut, tentu merupakan anugerah bagi penda dan masyarakat Lombok Utara. Ditambahkannya, Pemda Lombok Utara mendapatkan pula predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut. Termasuk penilaian tingkat kepatuhan layanan publik oleh Ombudsman yang meningkat dari zona merah ke zona hijau.

Terkait kehidupan berdemokrasi, Bupati Najmul mengatakan kritik dan saran bisa diterima, selama itu dilakukan dengan cara yang baik.

“Pada alam demokrasi, tiap orang berhak menyatakan apa saja (sesuai koridor), tetapi kita berkewajiban untuk berbuat baik kepada siapa saja,” pungkasnya.

Dalam acara ngopi bareng itu, hadir pula sebagai narasumber pembanding dari kalangan Aktivis Mahasiswa Lombok di Jakarta, Saiful Hadi yang mengapresiasi berbagai pencapaian Pemda KLU dari berbagai aspek pembangunan dan lini kemasyarakatan.

Diantaranya, bagaimana pariwisata bisa pulih dalam waktu singkat serta spirit toleransi beragama yang bersemai dalam kehidupan bermasyarakat.

“Banyak agenda pariwisata yang berpotensi dikembangkan. Bila perlu ada Balai Wisata yang dibangun sebagai daya tarik pemahaman wisatawan serta mampu menyosialisasikan spot destinasi pariwisata Lombok di Jakarta,” tutur mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Sasak Jakarta itu.

Selain itu, dirinya berharap, ada perhatian dari pemda kepada mahasiswa di pentas nasional, sehingga bupati perlu meneruskan niat baiknya menjalankan amanah kepemimpinan Lombok Utara.

Di tempat yang sama, aktivis mahasiswa lainnya Parwadi mengatakan perlunya kematangan sikap dalam berdemokrasi, antara isu dan realitanya.

“Kita ketahui bahwa KLU sedang ada agenda pilkada. Jangan sampai ada isu yang menopang berbagai peristiwa. Misalnya Dermaga dan lainnya. Tapi saya yakin, tak ada kaitannya dengan bupati,” ungkapnya.

Lebih jauh, aktivis mahasiswa, Sarjan mengemukakan pentingnya Pemda KLU, ketika membuat event kebudayaan, perlu ada output yang jelas sehingga efektif dan berdampak positif bagi pengembangan pariwisata dan masyarakat.

Respons yang disampaikan Bupati Najmul pada obrolan sembari ngopi sore itu, terdapat pola-pola partisipatif dalam kebijakan pembangunan. Bahkan untuk perizinan terukur, transparan dan terdapat pendelegasian kewenangan pada tingkat kecamatan dan dinas dari kabupaten.

Pengelolaan dan pengembangan berbagai aspek untuk kemanfaatan daerah dan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama segenap komponen, demi majunya Lombok Utara.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

5 Tahun Berdiri, AMSI Kolaborasi Bangun Ekosistem Media Digital Sehat dan Berkelanjutan

Yogyakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) selama dua hari di Yogyakarta. Ada puluhan peserta dari seluruh...

Indonesia Fact-checking Summit 2021 akan Bahas Isu Krusial Periksa Fakta

Jakarta, bukadikit.co - Jejaring Cek Fakta yang digawangi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) serta...

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...

Tingkatkan Peluang Pasar, UMKM Kalimantan Timur Perlu Pendampingan dan Digitalisasi

BALIKPAPAN, bukadikit.co- Digitalisasi dalam usaha skala mikro, kecil dan menengah perlu terus ditingkatkan untuk melangsungkan usaha dan menyokong perekonomian dalam kondisi pandemi...

Sejumlah Kamar Hotel Palm Resort Gili Trawangan Hangus Terbakar

Lombok Utara, bukadikit.co- Belasan kamar di Hotel Sunset Palm Resort, Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, ludes terlahap si jago merah, Senin...