Home News Hukum PT Gili Sands Diberi Waktu Tiga Hari Tuntaskan Persoalan Karyawan yang Dilalaikan

PT Gili Sands Diberi Waktu Tiga Hari Tuntaskan Persoalan Karyawan yang Dilalaikan

Lombok Utara, bukadikit.co– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) beserta puluhan karyawan dari PT Gili Sands mendatangi kantor Disnaker Kab.Lombok Utara, Selasa 27 Oktober 2020. Kedatangan AMATI tersebut ditujukan untuk melakukan hearing bersama dengan pihak Hotel Gili Sands yang diduga melalaikan sejumlah persoalan karyawan.

Ketua LSM AMATI Wiramaya Arnadi selaku kuasa hukum advokasi karyawan mengatakan, pihaknya merasa kecewa mengingat niat baik hearing bersama petinggi Gili Sands tak diindahkan, karena  Gili Sands hanya sekedar mendatangkan karyawan dari manajemen yang baru bukan pimpinan yang dimaksud.

“Yah kami kecewa betul, karena kami minta direktur yang datang.” Tegas Wira usai melakukan hearing di Tanjung.

Dia menjelaskan, beberapa persoalan yang menjadi tuntutan pihaknya kepada pimpinan PT Gili Sands, diantaranya terkait upah minimun yang diberikan kepada karyawan yang sangat jauh dari UMK NTB. Seperti diketahui, UMK NTB sebesar Rp.2,1jt sedang yang diberikan pihak Gili Sands ke karyawan hanya Rp.1,6jt saja.

“Ini kan tidak sesuai dengan apa yang ada di peraturan perundang-undangan,” tudingnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) beserta puluhan karyawan dari PT Gili Sands mendatangi kantor Disnaker Kab.Lombok Utara, Selasa 27 Oktober 2020.

Selain upah minimum tersebut, persoalan lain dikatakan Wira yakni adanya puluhan karyawan yang tidak pernah didaftarkan dan dibayarkan BPJS Kesehatan dan  Ketenagakerjaan sejak mulai bekerja. Hal ini, sebutnya, merupakan bentuk kelalaian dari pihak perusahaan yang tidak memikirkan pekerja.

“Nah selain itu, yang menjadi tuntutan kami juga terkait adanya karyawan yang masuk bekerja namun diusir. Sementara mereka kan sudah punya kontrak. Jadi status mereka itu perlu kita tahu,” sambungnya.

Wira juga meminta agar PT Gili Sands merubah status karyawan yang sudah dikontrak lebih dari dua tahun agar diangkat menjadi karyawan tetap. “Itu sesuai aturan,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan beberapa tuntutan ini, PT Gili Sands Diberikan waktu tiga hari oleh AMATI dan Disnaker KLU. Semenetara, jika tidak diindahkan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini persoalan kemanusiaan, jika tuntutan karyawan tidak dipenuhi pihak Gili Sands maka kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Konsultan Gili Sands Yarimasaputra yang hadir mewakili Direktur Gili Sands Rosihan Taufik mengatakan, ia akan menyampaikan hasil mediasi kepada pimpinan perusahaan dan memberikan klarifikasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

“Saya dimandadkan oleh Direktur untuk menghadiri mediasi ini, dan saya akan segera sampaikan apapun hasilnya. Dalam waktu tiga kali 24 jam, saya akan memberikan tanggapan Direktur kepada semua pihak di sini,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Wagub Apresiasi AMSI NTB Gelar UKW untuk Tingkatkan Profesionalitas Jurnalis

Mataram, bukadikit.co- Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berkesempatan membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Asosiasi Media...

AMSI Kembali Menggelar Indonesian Digital Conference 2020

Jakarta, bukadikit.co– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Indonesian Digital Conference (IDC) 2020. Acara yang akan berlangsung selama dua hari menghadirkan...

AJI Desak Pelaku Pelecahan Seksual Terhadap Jurnalis Ditindak Tegas

Mataram, bukadikit.co- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam tindakan pelecahan seksual terhadap Jurnalis Bukadikit.co yang dilakukan oleh SR. Aparat kepolisian diminta menindak...

Pelaku Begal dan Pelecehan Seksual di Lombok Utara Berhasil Diringkus Polisi

Lombok Utara, bukadikit.co - Bunga (nama samaran), seorang warga Lombok Utara menjadi korban kasus pembegalan disertai pelecehan seksual. Kejadiannya pada Rabu (18/11/2020)...

NTB Siap Bangun Pabrik Bata Plastik Pertama di Asia

Mataram, bukadikit.co- Pemerintah Provinsi NTB siap membangun pabrik bata plastik pertama di Asia. Organisasi nirlaba Classroom of Hope telah menawarkan investor dan...