Home Tourism PT Gili Sands, Adik Perusahaan Jeeva Group Dilaporkan LSM karena Lalai Bayar...

PT Gili Sands, Adik Perusahaan Jeeva Group Dilaporkan LSM karena Lalai Bayar BPJS Karyawan

Gili Sands (Sumber foto: google)

Lombok Utara, bukadikit.co – PT Gili Sands yang bernaung di bawah PT Pesona dan PT Lombok Saka (yang juga diketahui menaungi Jeeva Group) dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (LSM AMATI) atas dugaan  perusahaan tersebut tidak mendaftarkan dan membayarkan puluhan karyawannya BPJS Ketenagakerjaan. Laporan pengaduan tersebut dilayangkan AMATI ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lombok Utara, Rabu 21 Oktober 2020.

Ketua LSM AMATI, Wira Maya Arnadi menyatakan, bahwa PT Gili Sands yang telah lama beroperasi di Gili Trawangan tersebut telah melanggar UU Nomor 24 Tahun 2011, UU Nomor 13 Tahun 2013, dan PP Nomor 11 Tahun 2013.

Disebutkannya, sanksi yang menanti karena pelanggaran UU tersebut tidaklah main-main. Ditegas dia, sesuai pasal 55 UU Nomor 24 Tahun 2011, pemberi kerja (PT Gili Sands, red) dapat dikenakan hukuman pidana penjara paling lama delapan tahun atau denda Rp 1 Miliar.

“Jika PT Gili Sands terbukti melakukan hal tersebut maka ancaman pidananya delapan tahun atau denda Rp 1 Milyar,” jelas dia.

Dalam pengaduannya, Wira meminta agar pihak Dinas Tenaga Kerja KLU menghadirkan pihak perusahaan untuk memberikan keterangan terhadap dugaan yang dimaksud,  meminta agar Disnaker KLU juga memerintahkan perusahaan tersebut untuk memberikan hak karyawan secara penuh, dan jika perusahaan terbukti melakukan hal tersebut AMATI meminta agar Disnaker memberikan sanksi sesuai Undang-undang.

Sementara itu, Kepala Disnaker KLU Agus Tisno menjelaskan, akan segera memanggil pihak PT Gili Sands guna memberikan klarifikasi. Ia menyatakan akan memanggil pihak terkait beberapa hari ke depan.

“Besok kita akan surati langsung agar pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi,” tegasnya.

Agus juga menegaskan, jika ada perusahaan yang tidak mendaftarkan atau tidak  membayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawannya, maka sanksinya pun sudah tegas diatur dalam Undang-undang.

Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (LSM AMATI) mengadukan Gili Sands ke Kepala Disnaker KLU Agus Tisno. (Sumber foto: istimewa)

“Begitu seseorang sudah sah atau legal menjadi seorang karyawan maka saat itu juga pihak perusahaan bertanggungjawab, termasuk mendaftarkan dan membayarkan BPJS Ketenagakerjaan.” Jelas Agus.

“Itu sanksinya jelas, perusahaan harus membayarkan BPJS itu, bahkan sejak hari pertama bekerja karyawan sudah harus didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...