Home Health Pemprov NTB Fokus Pada Pencegahan Covid-19 dan Penanganan Dampak Sosial Ekonomi

Pemprov NTB Fokus Pada Pencegahan Covid-19 dan Penanganan Dampak Sosial Ekonomi

Mataram, bukadikit.co-Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si., memastikan kebijakan dan langkah yang akan diambil Pemprov NTB saat ini adalah fokus pada penanganan medis dan pencegahan penularan covid 19 secara ketat. Sekaligus upaya tersebut diikuti dengan penyiapan program penanganan dampak sosial ekonomi akibat menurunnya kemampuan daya beli masyarakat. 

Berbagai program jaring keamanan sosial (social safty net) kini sedang disiapkan. Seperti kebutuhan bahan pangan atau Bapok, pendataan UMKM yang lesu karena Covid dan seluruh sektor lainnya yang terdampak dan rentan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat. Hal itu selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, ujar Gita pada sesi pemaparan kesiapan Nusa Tenggara Barat dalam penangangan Covid-19, dalam video conference dengan Sekretaris Jendral Kemendargri, Dr. Hadi Prabowo, M.M., dan Inspektur Jendral Kemendagri, Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, bersama seluruh pemerintah daerah wilayah Indonesia bagian timur , di Ruang Rapat Sekda NTB, Jumat (3/04).

Gita mengatakan, bahwa apa yang menjadi kebutuhan daerah, payung-payung hukum untuk bertindak dalam penanganan covid-19, baik melalui Inpres, surat edaran maupun maklumat itu sudah disampaikan, dipedomani, sosialisasikan dan dikonsolidasikan ditingkat OPD kabupaten/kota.

“Dan Alhamdulillah semua sedang berproses,” terang Sekda NTB yang biasa dipanggil Miq Gita ini.

Ia menjelaskan, bahwa semua terlibat dalam penanganan ini. Pak Gubernur fokus pada penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi, kemudian Wakil Gubernur fokus pada upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpapar covid-19.

“Teman-teman OPD, BPKAD menyiapkan penganggaran baik dalam kondisi darurat. Skenario pertama, skenario kedua, kemudian dalam kondisi sangat darurat kami juga mempersiapkannya dalam mempedomani Permendagri Nomor 20 Tahun 2020,” ujar Miq Gita.

video conference dengan Sekretaris Jendral Kemendargri, Dr. Hadi Prabowo, M.M., dan Inspektur Jendral Kemendagri, Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, bersama seluruh pemerintah daerah wilayah Indonesia bagian timur , di Ruang Rapat Sekda NTB, Jumat (3/04).

Beberapa perhatian utama seperti pengawasan pada pintu-pintu masuk ke NTB dilaksanakan dengan protokol penanganan standar yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, mulai dari pintu-pintu kedatangan, dengan berkolaborasi bersama   Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Bahkan komunikasi dan koordinasi juga dengan Cengkareng dan Padang Bai.

“Begitu tiba, kami akan melakukan pemeriksaan kepada semua pelaksana perjalanan, dengan bekerjasama antara dinas perhubungan dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Terkait dengan anggaran penanganan dalam masa wabah ini, BAPPEDA sedang melakukan mapping terhadap program-program dengan mengacu pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020. Mana yang harus fokus penanganan dan mana yang harus Realokasi Anggaran, yang dalam eksekusi selanjutnya semua dalam pengawalan inspektorat dan BPKP.

Dinas Kesehatan, juga melakukan protokol penanganan covid-19. Khusus untuk kesehatan, ada hal-hal yang perlu mendapatkan dukungan. Yang pertama  terkait dengan surat dari Menteri Kesehatan tentang pemberian insentif dan santuan kematian, yang jumlah nominalnya sudah ditentukan.

Terhadap sinergi dengan kabupaten/kota, Miq Gita menyampaikan apresiasinya. Ia mengatakan bahwa pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan penanganan dari awal, mulai dari bandara sampai sosialisasi dan edukasi seperti melakukan  karantina mandiri sampai dengan karantina terpusat yang dibiayai dari APBD.

“Kabupaten/kota semua dalam satu komando terus bersinergi,” terang pria kelahiran Praya Lombok Tengah itu.

Terakhir Ia memaparkan, demi mengantisipasi manakala dalam situasi yang sangat darurat, Pemerintah daerah membutuhkan tempat penampungan, seperti di PHI dan BLK. Oleh karenanya, ia berharap Kemendagri agar menyurati Kementerian Agama dan Kementerian Tenaga Kerja, agar Asrama Haji  maupun Balai Latihan Kerja (BLK) dapat dijadikan tempat karantina terpusat.

“Kami akan manfaatkan Asrama Haji dan BLK untuk karantina terpusat.  Jadi mohon kami disurati,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...