Home News Hukum Pemda KLU Nyatakan Sikap Setuju Boikot Produk Prancis, Masyarakat Diimbau Patuh

Pemda KLU Nyatakan Sikap Setuju Boikot Produk Prancis, Masyarakat Diimbau Patuh

Lombok Utara, bukadikit.co– Menyikapi tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina Nabi Muhammad SAW, Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Lombok Utara H.Sarifuddin menyatakan dengan tegas bahwa Pemda KLU mengutuk tindakan keji Macron tersebut dan setuju untuk memboikot produk-produk Prancis. Tindakan tersebut dikatakannya, merupakan bentuk perlawanan ummat muslim yang masih memiliki iman.

“Saya secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Daerah penentu kebijakan, mengutuk pernyataan tersebut. Dan juga sebagai bentuk perlawanan terhadap pernyataan itu, saya setuju kita boikot produk-produk dari Prancis.” Tegas PLT Bupati saat menerima audiensi puluhan massa aksi dari LSM AMATI, di halaman Kantor Bupati KLU, Senin (9/11).

Dikatakannya, tindakan Presiden Prancis itu tidak bisa ditolerir, karena apa yang telah dilakukannya telah melukai hati dan keyakinan ummat Muslim di seluruh dunia. Sehingga, Sarif pun mengimbau agar seluruh masyarakat dapat memerangi pernyataan Macron itu secara pribadi, melalui tindakan untuk memboikot produk Prancis.

“Silahkan kalau merasa produk itu tidak penting, ya jangan dibeli. Kembali ke diri pribadi kita masing-masing untuk memboikot produk Prancis itu,” Kata dia.

Foto: Demo massa aksi LSM AMATI di kantor Bupati KLU, Senin (9/11)

Pemboikotan secara pribadi tersebut dikatakan Sarif, karena pihaknya tidak bisa melakukan sweeping secara paksa terhadap produk-produk Prancis yang telah beredar di pasaran. Mengingat, sebagian besar dari 40% produk luar negeri yang menghiasi pasar Indonesia merupakan produk dari Prancis.

“Kita tidak menentang dunia, tapi pribadi dari Presiden Prancis. Saya juga mendukung presiden dari beberapa Negara termasuk juga DPR RI kita yang telah menyatakan sikap dan mendukung pemboikotan produk Prancis,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) Wiramaya Arnadi meminta Pemda untuk segera menerbitkan surat edaran pemboikotan produk Prancis. Dikatakannya, hal ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kedzaliman Presiden Prancis yang telah melukai Ummat muslim.

“Kami meminta Pemda segera menertibkan surat edaran dalam waktu dua kali dua puluh empat jam,” tegas Wira.

“Sehingga jika surat edaran dikeluarkan, kejadian di daerah lain untuk penolakan Produk Prancis ini tidak terjadi di KLU” tambahnya.

Audiensi LSM AMATI dengan Pemda KLU tersebut juga turut diamankan oleh Kapolres KLU AKBP Ferry Jaya S beserta jajaran, serta SatPol PP Damkar KLU.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Wagub Apresiasi AMSI NTB Gelar UKW untuk Tingkatkan Profesionalitas Jurnalis

Mataram, bukadikit.co- Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berkesempatan membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Asosiasi Media...

AMSI Kembali Menggelar Indonesian Digital Conference 2020

Jakarta, bukadikit.co– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Indonesian Digital Conference (IDC) 2020. Acara yang akan berlangsung selama dua hari menghadirkan...

AJI Desak Pelaku Pelecahan Seksual Terhadap Jurnalis Ditindak Tegas

Mataram, bukadikit.co- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam tindakan pelecahan seksual terhadap Jurnalis Bukadikit.co yang dilakukan oleh SR. Aparat kepolisian diminta menindak...

Pelaku Begal dan Pelecehan Seksual di Lombok Utara Berhasil Diringkus Polisi

Lombok Utara, bukadikit.co - Bunga (nama samaran), seorang warga Lombok Utara menjadi korban kasus pembegalan disertai pelecehan seksual. Kejadiannya pada Rabu (18/11/2020)...

NTB Siap Bangun Pabrik Bata Plastik Pertama di Asia

Mataram, bukadikit.co- Pemerintah Provinsi NTB siap membangun pabrik bata plastik pertama di Asia. Organisasi nirlaba Classroom of Hope telah menawarkan investor dan...