Home Education Pandemi Covid-19, 608 Anak di NTB Putuskan Menikah Dini

Pandemi Covid-19, 608 Anak di NTB Putuskan Menikah Dini

Mataram, bukadikit.co– Di tengah pandemi covid-19, kasus pernikahan dini anak-anak di Provinsi NTB “membludak”. Berdasarkan data pengajuan Dispensasi Pernikahan yang bersumber dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan data dari aplikasi SIMFONI, sudah 608 anak di NTB melakukan pernikahan dini.

“Dampak dari Pandemi sangat besar sekali pada anak, sehingga perlunya diadakan pertemuan untuk diskusi perihal yang terjadi dilapangan dan sama – sama untuk mencarikan upayanya” tutur Kepala Dinas DP3AP2KB Ir. Husnanidiaty Nurdin selaku mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB pada pertemuan evaluasi dampak pandemic Covid – 19 pada anak yang berlangsung dikantor DP3AP2KB Prov NTB, Kamis (24/09).

Ia menuturkan, kasus pernikahan dini di NTB sangat menghawatirkan. Ditekankannya, masalah utama yang sering kali menjadi penyebab, yaitu salahnya pola asuh di tengah keluarga.

“Pola asuh yang kita harapkan dari orang tua yang masih belum didapatkan. Tidak adanya kehangatan di keluarga juga menjadi masalah” jelasnya.

Senada dengan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi melihat kondisi anak bersama dengan orang tua di tengah pandemi semakin senggang, dikarenakan tingkat aktivitas anak terhadap gadget lebih tinggi, sehingga banyak anak – anak yang semakin susah untuk diatur.

“Seharusnya di tengah Pandemi kelekatan anak dan orang tua semakin intens, tetapi dilapangan banyak orang tua yang mengeluh dengan anaknya dikarenakan kebanyakan anak – anak bermain game” tutur dia.

Dr. Rusnawi faisal, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Provinsi NTB menjelaskan, bahwa efek dari pernikahan dini anak bagi kesehatan begitu banyak, bagi perempuan sebagian besar terkena penyakit kanker rahim dan bagi laki – laki terkena penyakit kanker prostat.

“Sebagaian besar yang penderita penyakit kanker rahim jika ditelusuri ternyata menikah diusia muda, sedangkan bagi laki – laki dipaksa untuk mengeluarkan sperma dan semen di usia muda itu tidak baik” jelas dia.

Pandemi covid-19 juga tidak hanya berdampak pada jumlah kasus pernikahan dini, tetapi juga pada kasus kekerasan terhadap anak. Per September 2020, sebanyak 141 kasus kekerasan terhadap anak terjadi. Sementara, sebanyak 549 anak di NTB atau 17,4% kasus positif Covid – 19.

Oleh karena itu, Pemerintah mengajak berbagai stakeholder untuk bergerak bersama menghadapi berbagai ancaman dan maraknya jenis kasus anak yang semakin mengkhawatirkan ini.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...