Home News Oknum ASN Pemprov NTB Jadi Pengedar Uang Palsu di Lotim, Berhasil Diringkus...

Oknum ASN Pemprov NTB Jadi Pengedar Uang Palsu di Lotim, Berhasil Diringkus Polisi

Lombok Timur, bukadikit.co – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Lombok Timur berhasil menangkap SRM (37), pelaku pengedar uang palsu di Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Senin (28/12).

Pihak kepolisian berhasil mengamankan SRM setelah sebelumnya pelaku dilaporkan ke Polsek Masbagik oleh H Sunar, seorang agen BRI-link karena merasa ditipu saat transaksi pengiriman sejumlah uang yang diduga palsu.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Puma Polres Lotim bersama anggota Polsek Masbagik bergerak menuju rumah SRM yang diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Nusa Tenggara Barat. SRM ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, dan kini mendekam di sel tahanan Polres Lombok Timur.

Wakapolres Lombok Timur, Kompol. Kiki Firmansyah, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Daniel P Simamungsong mengungkapkan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban yang mengaku ditipu karena mendapatkan uang palsu dari pelaku yang meminta jasa pengiriman uang.

“Pelaku melakukan transfer uang Rp4 juta menggunakan BRIlink milik korban, uang dikirim ke no rekening Bank NTB atas nama pelaku sendiri,” ujar Wakapolres di hadapan sejumlah wartawan, Kamis (31/12).

Menurut Wakapolres, pelaku sudah melakukan aksinya di beberapa tempat, diantaranya di Kopang Lombok Tengah, Masbagek dan di wilayah Lombok Timur lainnya.

Terhadap kasus ini, menurut Kiki pihaknya masih melakukan pengembangan.

Foto: Wakapolres Lotim saat Pengungkapan Kasus di Polres, Kamis (31/12).

“Pelaku SRM mengaku kalau dirinya menjalankan aksinya baru 4 bulan, meski demikian penyidik masih melakukan pengembangan, apakah ada pihak lain yang terlibat,” ucapnya.

Untuk saat ini, kata Kiki, pelaku mengaku bekerja sendiri, tapi aparat kepolisian akan terus melakukan pengembangan.

Modus lainnya, jelas Kiki, pelaku mencampurkan uang palsu dan asli dan selanjutnya dibelanjakan ke toko-toko untuk membeli kebutuhan pelaku.

Dalam kasus ini pelaku di jerat pasal 36 ayat (3) dan/ayat (1) dan/ayat (2) UU RI No. 7 tahun 2011 dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda sebesar Rp. 50 miliar.

Selain Upal, barang bukti yang disita yaitu alat mesin cetak uang palsu berupa printer, rekening pelaku dan sejumlah uang asli yang diduga hasil dari kejahatan SRM.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Masih Seumur Jagung, Kayu Jembatan Mangrove Pantai Jambianom Retak-retak

Lombok Utara, bukadikit.co- Proyek pengembangan destinasi wisata pantai bintang Jambianom, Dusun Jambianon, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara diduga bermasalah. Hal...

Persiapan MotoGP Mandalika ‘On The Track’, Optimis Digelar November 2021

Mataram, bukadikit.co- Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholders terkait persiapan event MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Gubernur NTB,...

Miris! Ditemukan Kuburan Janin yang Diduga Hasil Aborsi di Pemenang, Lombok Utara

Lombok Utara, bukadikit.co - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan pembongkaran makam tanpa identitas di tanah milik salah satu warga...

Usai Divaksin, Gubernur dan Wagub NTB Yakinkan Vaksin Aman dan Halal

Mataram, bukadikit.co- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menerima vaksinasi covid-19...

Kini NTB Punya Pabrik Teh Kelor, Diharapkan Mampu Serap Tenaga Kerja

Mataram, bukadikit.co- Salah satu kunci mnekan angka kemiskinan di Provinsi NTB adalah dengan menghadirkan industrialisasi. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., mengatakan,...