Home Tourism Nurut Tatanan Baru, Pelaku Pariwisata Wajib Miliki Sertifikat CHSE

Nurut Tatanan Baru, Pelaku Pariwisata Wajib Miliki Sertifikat CHSE

Mataram, bukadikit.co– Sektor Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menyongsong era Nurut  Tatanan Baru (NTB) di masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan tersertifikasinya para pelaku pariwisata dengan sertifikat Clean, Healthy, Safety and Environment (CHSE). Sertifikat ini hanya diberikan kepada destinasi wisata yang telah lolos uji kelayakan implementasi protokol kesehatan.

Tak hanya itu, simulasi protokol kesehatan juga dilaksanakan di hadapan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah usai memberikan secara simbolis sertifikat tersebut di Taman Narmada Lombok Barat.

Sertifikat CHSE diberikan secara simbolis kepada 7 perwakilan destinasi wisata. Di antaranya, Taman Narmada mewakili taman buatan, Taman Nasional Gunung Rinjani, Sama Sama Hotel dan Restoran mewakili 3 Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air), Aruna Hotel mewakili senggigi, Asmara Restoran mewakili Restoran, Gem Group mewakili Transport, dan Islamic Center mewakili wisata religi. Hingga saat ini ada 150 destinasi wisata beserta hotel dan restoran yang telah mendapatkan sertifikat tersebut.

“Sertifikat CHSE, wajib dimiliki pelaku pariwisata !” ujar Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub.

Dalam kesempatan tersebut, Ummi Rohmi  meminta komitmen penerapan protokol kesehatan covid-19 secara berkelanjutan, apalagi dengan telah disahkannya Perda Penanggulangan Penyakit Menular di NTB.  Wagub yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur tersebut meminta agar peraturan tersebut bukan hanya sekedar hitam di atas putih. Tapi implementasinya harus benar-benar dilaksanakan. Terlebih dalam menjalankan sektor pariwisata yang menjadi salah satu mata pencarian banyak warga NTB.

Nurut Tatanan Baru, Pelaku Pariwisata Wajib Miliki Sertifikat CHSE

“Perda tujuannya untuk menyelamatkan masyarakat. Mentaati peraturan bukan untuk pemerintah, tapi untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

Menjalankan protokol kesehatan, lanjut Ummi Rohmi, bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan. Karena di masa pandemi, seluruh warga dan pemerintah tidak bisa memilih antara terus hidup produktif saja tanpa menjalankan protokol kesehatan, ataupun menjalankan protol kesehatan saja tanpa hidup produktif. Keduanya harus dijalankan secara bersamaan, tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Lalu Mohammad Faozal selaku Kepala Dinas Pariwisata NTB menjelaskan pemberian sertifikat CHSE ini setelah melakukan verifikasi sesuai standar yang telah disepakatai. Tujuan diberikannya sertifikat ini, jelas Faozan, untuk menciptakan pariwisata yang mentaati protokol kesehatan di era Nurut Tatanan Baru (NTB), khususnya pada sektor pariwisata. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan melawan covid-19. Serta mendorong aspek pemulihan sosial ekonomi dan mengurangi dampak psikologis masyarakat.

Faozan juga menyebutkan, kosistensi pelaku wisata dalam menerapkan protokol kesehatan sangat luar biasa. Dinas Pariwisata bekerjasama dengan pelaku wisata benar-benar bekerja keras agar tidak terjadi kasus baru covid-19 dalam pariwisata. Sehingga industri yang banyak dilakoni masyarakat NTB ini bisa tetap hidup.

“Saya melihat kosistensi pelaku wisata sangat luar biasa dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Lombok Barat dan perwakilan OPD terkait bersama organisasi pelaku industri pariwisata NTB. Setelah menyerahkan sertifikat CHSE, Wagub berserta seluruh peserta bersama-sama menikmati keindahan Taman Nasional Narmada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Acara Maulid Adat Bayan 2020, Pertunjukan untuk Umum Ditiadakan

Lombok Utara, bukadikit.co- Acara ritual Maulid Adat Bayan Kabupaten Lombok Utara akan digelar 31 Oktober hingga 1 November 2020 ini. Namun, berbeda...

Keterbukaan Informasi Publik Jadi Modal Pemerintahan Digital Indonesia

Mataram, bukadikit.co - Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKominfo) Johnny G. Plate menyatakan keterbukaan informasi publik menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan digital Indonesia....

NTB Terpilih Sebagai Anggota Kemitraan Global untuk Promosi Open Government

Mataram, bukadikit.co - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terpilih menjadi bagian dari Open Government Partnership...

PT Gili Sands, Adik Perusahaan Jeeva Group Dilaporkan LSM karena Lalai Bayar BPJS Karyawan

Gili Sands (Sumber foto: google) Lombok Utara, bukadikit.co - PT Gili Sands yang bernaung di bawah PT Pesona...

Hadapi Ancaman Resesi, Wagub NTB Dorong Anak Milenial Jadi Enterpreneur

Sumbawa Barat, bukadikit.co- Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat...