Home News Finance NTB Siapkan Dana Stimulus Rp.80 Miliar untuk Hidupkan UKM/IKM dan Petani

NTB Siapkan Dana Stimulus Rp.80 Miliar untuk Hidupkan UKM/IKM dan Petani

Mataram, bukadikit.co– Guna menyikapi dampak wabah Covid-19, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.H. Zulkieflimansyah meluncurkan kebijakan stimulus ekonomi untuk IKM/UKM dan Petani sebesar Rp. 80 Miliar.

Dana tersebut merupakan dana yang disisir dari belanja APBD Provinsi NTB dengan memangkas atau merealokasi belanja-belanja pegawai yang kurang produktif. Seperti belanja perjalanan, belanja rapat-rapat, ATK, biaya lembur dan belanja barang/jasa yang dinilai kurang prioritas.

Kebijakan itu sendiri, diawali dengan diluncurkannya Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap I berupa bantuan sembako kepada 105 ribu KK bagi masyarakat se-NTB yang  tidak tercover dari program JPS pusat seperti PKH, BPNT, BST dan juga JPS Kabupaten/Kota maupun Bantuan Sosial Tunai dari Desa. Sementara, total dana untuk JPS Gemilang selama 3 bulan inipun sebesar Rp.80 miliar di luar dana stimulus ekonomi untuk UKM dan IKM tersebut.

Jika JPS pusat wajib disalurkan dalam bentuk tunai, namun Gubernur Dr. Zul justru sebaliknya. Dengan mengambil langkah berani mewajibkan bahwa JPS Gemilang disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan paket suplemen yang semuanya merupakan paket produk lokal, yakni hasil industri IKM/UKM dan home industri karya putra-putri NTB sendiri.

Kebijakan Dr. Zul untuk menghidupkan produk lokal dan kerakyatan tersebut, ternyata menginspirasi Presiden RI, Ir. Joko Widodo, yang kemudian pada hari Rabu,13 Mei 2020 lalu telah ikut mencanangkan program penggunaan produk buatan sendiri secara virtual menghadapi krisis ekonomi dampak Covid 19 dari istana negara.

Harapannya, program ini mampu menghidupkan produktivitas industri kecil dan usaha ekonomi produktif masyarakat. Itulah pula salah satu wujud dan gebrakan program industrialisasi di NTB yang sedari awal pemerintahannya telah digadang gadang oleh duet dou doktor,  “Zul – Rohmi”sebagai program unggulan Gemilang ekonomi. 

Dalam program industrialisasi ini, menurut Dr.Zul, pemerintah semestinya hadir sebagai katalisator untuk menghantarkan industri kecil, menengah dan kerakyatan lainnya benar-benar mandiri dan menjadi tuan di negerinya sendiri.

“Tugas pemerintah bukan hanya sebatas membina IKM/UKM dan para petani atau pengusaha untuk menjamin kuantitas dan kualitas produk barang-barang yang dihasilkan saja. Tetapi juga membuka akses modal, mempermudah ijin dan menciptakan iklim investasi serta persaingan usaha yang sehat. Termasuk juga menyediakan pasar dan keberlanjutan produksi serta jaringan distribusi atau pemasarannya.” Ungkap  Gubernur Ahli ekonomi ini saat Rapat Pembahasan Usulan Program Stimulus ekonomi COVID-19, di RRU Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (15/05).

JPS Gemilang yang wujud kegiatannya adalah “Beli dan Gunakan Produk IKM/UKM Lokal”, kata Dr. Zul, menjadi medium bagi Kepala OPD untuk membina dan menfasilitasi IKM/UKM dan usaha perdagangan secara berkelanjutan hingga terwujud ekosistem produksi dan pemasaran produk-produk lokal secara mandiri dan profesional.

“Oleh karenanya, dana stimulus sebesar Rp. 80 miliar yang digulirkan Pemda NTB melalui 10 OPD teknis terkait, akan diarahkannya benar-benar untuk  memperkuat sektor produksi atau industri kerakyatan, mulai industri hulu hingga hilir. IKM/UKM kita juga akan difasilitasi untuk mendapatkan akses modal dari Bank NTB Syariah, tanpa cicilan dalam satu tahun pertama, tanpa Bunga dan tanpa agunan sebagaimana di terapkan di negara Venezuella” tegas Dr. Zul.

“Itulah sebabnya, JPS gemilang yang disalurkan Pemerintah Provinsi NTB tidak berbentuk tunai. Tapi pakai sembako dengan serba lokal. Sebab kalau uang, nanti tidak ada produksi, gak dibelanjakan untuk  kebutuhan prioritas, tap justru untuk beli pulsa, beli rokok, beli pakaian dan lain-lain yg kurang produktif,” imbuhnya.

Ia juga menjanjikan, JPS gemilang tidak berhenti setelah covid 19 ini saja. Tapi para kepala OPD tetap akan dan harus terus membina IKM/UKM hingga mandiri. Dan PT. GNE akan menyerap dan mengumpulkan produk-produk dari IKM/UKM, kemudian produk-produk  tersebut disalur ke  BUMDes dan TDC-TDC yang ada di setiap Desa.

“Sehingga tidak ada yang nganggur, tetapi aktivitas ekonomi berjalan dan produk-produk IKM/UKM ada pasarnya,” jelasnya.

“Semua memiliki keterkaitan, misalnya Dikbud menyiapkan SDM dan teknologi dengan menciptakan SMK berdasarkan klaster kebutuhan. Demikian pula OPD lain, semuanya bisa dan harus mengambil peran dalam proses industrialisasi ini” sambungnya menjelaskan.

Sementara itu, Asissten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Ir. H. Ridwansyah, MM. M.TP menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB menyiapakan anggaran untuk Stimulus ekonomi dari relokasi dan refokusing sebesar 80 Miliar. Dana tersebut, menurut Dae Iwan sapaannya, akan dimanfaatkan untuk stimulus usaha IKM/UKM dan petani.

Pertama, memberikan bantuan mesin-mesin olahan untuk meningkatkan produksi IKM/UKM dan kelompok usaha lainnya. Juga memberikan bantuan sarana prasarana perdagangan, serta bantuan benih tanaman/bibit/pakan. Semua peralatan mesin mesin tersebut, diproduksi oleh IKM permesinan lokal, dibawah koordinasi STIP Dinas Perindustriaan NTB.

“Direncanakan tidak kurang, akan diproduksi bantuan mesin sebanyak 3.465 unit mesin sederhana yang dibutuhkan oleh UKM dalam mendukung produksinya,” ungkap Dae Iwan.

Lebih jauh ia mengatakan, ditargetkan pada bulan Agustus, bantuan mesin-mesin tersebut sudah bisa mulai didistribusikan kepada masyarakat.

Kedua, program penciptaan lapangan kerja dan padat karya dengan cara mempercepat Pekerjaan Konstruksi untuk menciptakan lapangan kerja 
serta memperbanyak pekerjaan Padat Karya Desa

Ketiga, kata Ridwansyan adalah program Bantuan Pekerja dan Dunia Usaha Terdampak, meliputi pembebasan dan keringanan pajak lokal bagi pengusaha terdampak.

“Juga memfasilitasi karyawan PHK/dirumahkan untuk mendapat fasilitas kartu prakerja, pembebasan BPJS untuk tenaga kerja. Memfasiliasi relaksasi pinjaman bank serta standarisasi dan sertifikasi produk IKM/UMKM” paparnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Acara Maulid Adat Bayan 2020, Pertunjukan untuk Umum Ditiadakan

Lombok Utara, bukadikit.co- Acara ritual Maulid Adat Bayan Kabupaten Lombok Utara akan digelar 31 Oktober hingga 1 November 2020 ini. Namun, berbeda...

Keterbukaan Informasi Publik Jadi Modal Pemerintahan Digital Indonesia

Mataram, bukadikit.co - Menteri Komunikasi dan Informatika (MenKominfo) Johnny G. Plate menyatakan keterbukaan informasi publik menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan digital Indonesia....

NTB Terpilih Sebagai Anggota Kemitraan Global untuk Promosi Open Government

Mataram, bukadikit.co - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terpilih menjadi bagian dari Open Government Partnership...

PT Gili Sands, Adik Perusahaan Jeeva Group Dilaporkan LSM karena Lalai Bayar BPJS Karyawan

Gili Sands (Sumber foto: google) Lombok Utara, bukadikit.co - PT Gili Sands yang bernaung di bawah PT Pesona...

Hadapi Ancaman Resesi, Wagub NTB Dorong Anak Milenial Jadi Enterpreneur

Sumbawa Barat, bukadikit.co- Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat...