Home News NTB Halal Industri Park Akan Hadir di 5 Kabupaten Kota

NTB Halal Industri Park Akan Hadir di 5 Kabupaten Kota

Mataram, bukadikit.co– Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menekankan, industrialisasi tidak semata identik dengan pabrik besar, indutsrialisasi juga tidak identik dengan asap yang mengepul tinggi yang menyebabkan polusi. Melainkan, industrialisasi adalah keberanian untuk mengawali sesuatu yang tidak biasa.

“Industrialisasi adalah upaya kita untuk menyelamatkan petani, peternak, nelayan sehingga ikan yang sederhana bisa menjadi ikan asin, makanan yang lainnya bisa diolah,” Kata Gubernur NTB saat membuka acara Sosialisasi dan Penandatangan Peraturan Gubernur (Pergub) Road Map NTB Halal Industrial Park di Kantor Dinas Perindustrian Prov. NTB, Jum’at (20/05).

Bang Zul yang saat itu didampingi anggota DPR RI Dapil NTB Hj. Wartiah, M.Pd dan Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menjelaskan, bahwa hadirnya Halal Industrial Park (HIP) di Provinsi NTB bukan hanya tentang  proses penyembelihan hewan secara halal saja, melainkan terdapat ekosistem di dalamnya, seperti perbankan syariah juga asuransi.

“HIP bukan hanya terkait penyembelihan halal, namun ada juga perbankan syariah, asuransi, karekarena ada sekelompok kita yang ingin bertransaksi bisnis yang aman secara psikologis, ini harus dioptimalkan oleh kita,” ungkap Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di NTB ini.

Sebelum itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj Nuryanti, SE, ME mengatakan, bahwa HIP NTB akan tersebar di beberapa kabupaten kota dan berbasis UMKM.

Disebutkannya, sebanyak lima lokasi NTB HIP, diantaranya di  Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu. Masing-masing lokasi akan disiapkan lahan yang luasnya sekitar 5 hektare yang akan menggunakan lahan milik pemerintah.

“Pemerintah menyiapkan lahan dan fasilitas lainnya. Masyarakat termasuk UMKM nantinya tinggal memanfaatkan saja,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa target Provinsi NTB harus ada minimal lima kawasan HIP berbasis UMKM, dan dari kelima itu ada satu yang menjadi kawasan industri sesuai Kemenperin No. 17 yang luas kawasanya 50 Hektare.

“Itu tergantung daripada pemilihan investor yang akan melihat peluang- peluangnya karena bisa membaca kawasan mana yang berpotensi” tuturnya. (Ay)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...