Home News Finance NTB Bersiap Menuju industrialisasi Produk Kehutanan

NTB Bersiap Menuju industrialisasi Produk Kehutanan

Mataram, bukadikit.co – Gubernur Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, hasil hutan tidak harus berupa kayu dari pohon besar. Komoditas lain seperti buah dan obat dapat menjadi produk hasil hutan dengan sentuhan industrialisasi untuk mendapatkan nilai tambah.

Gubernur mengingatkan, kita semua harus mempunyai cara pandang berbeda dalam mengelola hutan di masa new normal.

“Di NTB, empat puluh persen masyarakat bermukim di pesisir hutan tapi belum semuanya sejahtera dari hasil hutan. Sosialisasi apa yang dilakukan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) harus dimaksimalkan agar masyarakat memahami pengelolaan hutan” kata Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah dalam webinar “Merajut Komitmen Membangun KPH” di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Selasa (23/06).

“Masyarakat secara luas belum mengetahui apa yang sesungguhnya dilaksanakan oleh KPH KPH di kabupaten/ kota. Kalau masyarakat di pesisir hutan sejahtera karena produk hasil hutan maka dengan sendirinya propinsi juga sejahtera” sambung dia.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah dalam webinar “Merajut Komitmen Membangun KPH” di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Selasa (23/06).

Lebih jauh ia mengatakan, hal ini sejalan dengan misi NTB Asri dan Lestari dan program unggulan NTB Hijau yang bermakna luas. KPH – KPH di NTB juga tidak hanya melakukan penghijauan dan mencegah illegal logging tapi juga sudah bersiap menuju industrialisasi hasil produk kehutanan. Proses penambahan nilai dengan pendalaman struktur industri sudah dilakukan. Variasi produk tersebut sudah terlihat seperti minyak kayu putih, dan madu.

“Begitupula dengan kawasan hutan wisata yang terus berbenah. Sebagai etalase Indonesia dalam perhelatan Moto GP pada tahun depan, penghijauan di sekitar kawasan Mandalika juga sedang dilakukan” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom mengatakan, kawasan hutan seluas 1.071.722,83 Ha dapat menambah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dibandingkan tahun 2017 lalu sebesar 149,000,000, PAD dari pengelolaan hutan naik menjadi 5,258,386,683 pada Mei 2020.

Dalam paparan konsep industry kehutanan NTB 4.0, saat ini, ada 186 unit Kelompok Usaha Kehutanan Perhutanan Sosial dengan luas 48.162 Ha dan melibatkan 34.402 KK di NTB. Namun demikian, hutan yang luas ini belum sebanding dengan rasio SDM yang belum ideal juga  belum meratanya penanaman komoditas tanaman unggul yang mempunyai prospek pasar/industry.

“Beberapa KPH yang sudah menghasilkan produk industry diantaranya, minyak kemiri Sumbawa dan kayu manis bubuk yang diproduksi KPH Batulanteh, minyak kayu putih produksi KPH Rinjani Barat, pengolahan rotan oleh KPH Jereweh dan lainnya yang dikelola berbasis komunitas masyarakat lingkar  hutan” paparnya.

Isu utama dalam webinar sendiri yakni menyoroti dampak ekonomi akibat pandemic Covid 19. Sebagai potensi yang dapat dikelola, hutan menjadi salah satu yang didorong pemanfaatannya melalui KPH KPH yang ada di kabupaten/ kota.

Selain mempertegas komitmen KPH KPH seluruh Indonesia dalam hal pengelolaan hutan dan pemanfaatannya untuk kesejahteraan, juga menyoroti potensi ekonomi akibat krisis pandemic yang saat ini sedang berlangsung. Webinar tersebut diikuti oleh Sekjen KLHK, Bambnag Hendroyono, Ketua Asosiasi KPH, Madani Mukarom, KPH Gorontalo, Djimlan Saleh, Kadishut Sulteng, H Nahardi dan sesepuh kehutanan Indonesia, Agus Setyarso.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Indonesia Pilih Jamu yang Diusul ke UNESCO, Malaysia Gercep Akan Klaim Reog Ponorogo

JAKARTA, bukadikit.co- Negeri Jiran kembali membuat jenggot warga Indonesia terbakar. Pasalnya, negeri tersebut baru-baru ini mengabarkan akan mengklaim Reog Ponorogo dan mendaftarkannya...

AMSI Kembali Gelar Pelatihan Penguatan Manajemen dan Bisnis Media Online

Jakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Pelatihan Penguatan Manajemen, Bisnis, dan Keberlanjutan Media Digital (Training Media Management, Business Development...

5 Tahun Berdiri, AMSI Kolaborasi Bangun Ekosistem Media Digital Sehat dan Berkelanjutan

Yogyakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) selama dua hari di Yogyakarta. Ada puluhan peserta dari seluruh...

Indonesia Fact-checking Summit 2021 akan Bahas Isu Krusial Periksa Fakta

Jakarta, bukadikit.co - Jejaring Cek Fakta yang digawangi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) serta...

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...