Home Tourism Kuliner Menikmati Kopi Arabika di kawasan Objek Wisata Oemah Bambu Merapi

Menikmati Kopi Arabika di kawasan Objek Wisata Oemah Bambu Merapi

Bukadikit.co, Geliat perkembangan industri kopi turut dirasakan oleh warga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Belakangan, mulai banyak bermunculan kedai kopi yang kualitasnya tidak kalah dengan kota-kota besar.

Salah satunya Kopi Arabika Merapi di kawasan objek wisata Oemah Bambu Merapi di Desa Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Kedai mungil ini menyuguhkan racikan kopi dengan beragam metode manual brew yang terbilang lengkap.

Dimulai dari V60, vietnam drip, aero press, syphon, french press, hingga kopi tubruk. Soal rasa tidak perlu diragukan lagi. Selain menggunakan biji kopi berkualitas, seluruh barista di tempat ini dilatih oleh profesional.

Pemandangan di sekitarnya pun bisa bikin wisatawan dimabuk kepayang. Dibalut udara sejuk nan asri, Oemah Bambu Merapi juga dikelilingi oleh tujuh gunung yang sangat indah.

Jika cuaca cerah, Anda bisa menaiki gardu pandang setinggi 10 meter, dan menikmati deretan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, bahkan puncak Gunung Slamet pun bisa terlihat.

Namun di balik pesona tersebut, ada satu kisah menarik yang melatarbelakangi lahirnya Kopi Arabika Merapi. Menurut penuturan Jarwadi, ide untuk membuat Kedai Kopi Arabika Merapi berawal dari keresahan remaja di Desa Selo.

“Kami resah punya pohon kopi tidak tahu pemanfaatannya. Dulu pohonnya malah ditebangin. Akhirnya, pada 2017 lalu, kami mulai mengulik soal kopi,” tutur Jarwadi kepada Okezone di tempat.

Bibit kopinya sendiri diberikan langsung oleh mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri saat melakukan kunjungan ke Desa Selo pada 2006 silam. Kala itu, tujuannya adalah untuk mengurangi erosi.

Tak tanggung-tanggung, total bibit yang diberikan mencapai 2.000 bibit kopi, dan dibagikan kepada setiap kepala keluarga. Seiring berjalannya waktu, ribuan pohon kopi itu pun tumbuh subur di pekarangan rumah warga.

“Di sini belum ada perkebunan kopi, jadi pasokan biji kopi dan green bean kami diambil dari hasil panen warga, atau beli langsung ditengkulak. Kadang ada warga yang setor langsung ke sini. Harga jualnya Rp7.000 – Rp7.500 Jadi memang masih terbatas,” ungkap Jarwadi.

Lebih lanjut, pria berusia 22 tahun itu menjelaskan, seluruh pegawai dan barista di Kedai Kopi Merapi dulunya merupakan ‘anak-anak nakal’ atau preman di daerah kayu gede.

Setelah muncul wacana pembangunan kedai kopi di objek wisata Oemah Bambu Merapi, sang pemilik kedai memutuskan untuk memberdayakan mereka sehingga memiliki pekerjaan yang layak. Untuk satu gelas kopi, Anda hanya perlu membayar Rp15 ribu.

“Sekarang jumlahnya 10 orang yang ikut mengelola, dan kami dulu itu dilatih oleh barista profesional asal Jogja yang punya Kopi Aksara di Lembah UGM,” tutupnya. (tam)

Sumber: Okezone.com

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kadis Lingkungan Hidup dan Perkim Lombok Utara Hadiri Prosesi Pemakaman ASN Pemda KLU

Mataram, bukadikit.co -  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lombok Utara Muhammad Zaldi ST MT mewakili Bupati Lombok Utara...

Bupati dan Wabup Apel Pagi Sekaligus Halal Bihalal Pemda KLU

Lombok Utara, bukadikit.co- Bupati H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng memimpin apel pagi yang dirangkaikan...

Momentum Idul Fitri, Bupati Lombok Utara Mengajak Kompak Bersatu

Lombok Utara, bukadikit.co - Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaksanakan sholat Ied di Masjid Ikhwanul Muttaqien Gondang, Kecamatan Gangga (13/5/2021)....

Peduli Sesama, PBH Mangandar Keliling Lombok Gelar Ngaji Hukum sampai Pelosok

Mataram, bukadikit.co- Pusat Bantuan Hukum (PBH) Mangandar menggelar kegiatan ngaji hukum ke beberapa wilayah di pelosok. Kegiatan yang didasari atas keinginan di...

Gubernur NTB Berikan Bantuan Sosial Kepada 958 Petugas Kebersihan

Mataram, bukadikit.co- Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan sosial kepada 958 petugas kebersihan, terdiri dari 600 petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram...