Home News Hukum Makin Pelik, Gara-gara Buka Suara Gaji Ditilep, CS di RSUD Tanjung Dianiaya

Makin Pelik, Gara-gara Buka Suara Gaji Ditilep, CS di RSUD Tanjung Dianiaya

Lombok Utara, bukadikit.co– Persoalan karyawan Cleaning Service (CS) di RSUD Tanjung semakin pelik. Setelah sebelumnya dugaan penilepan gaji karyawan CS oleh CV Indevenden Massaru diperkuat dengan adanya  pengembalian sejumlah uang tunai, kini penganiayaan terhadap salah satu karyawan CS terjadi karena berani membuka suara ke publik.

Aduan penganiayaan tersebut disampaikan oleh Ketut Susanti kepada Ketua Dewan Komisi III Artadi saat hearing, di kantor DPRD Kabupaten Lombok Utara, Selasa (3/11).

Ketut mengaku, penganiayaan yang dilakukan oleh empat oknum koordinator CS tersebut terjadi setelah dirinya  memeberkan bukti kepada Dewan bahwa adanya penilepan gaji yang dilakukan oleh pihak CV. Hal itu dikatakannya, membuat koordinator CS marah sehingga memperlakukannya tidak senonoh.

“Setelah pulang dari DPRD, saya ke rumah sakit. Terus rambut saya ditarik dari belakang, dan muka saya disiram pakai air gelasan, ada empat orang di situ.” ceritanya sambil menahan pilu.

Selain menerima penganiayaan secara fisik, karyawan CS yang mulai bekerja sejak Februari 2020 tersebut juga mengaku dirinya menerima penganiayaan secara verbal. “Saya dikatain yang ndak-ndak juga di sana,” sambungnya.

Lebih jauh ia mengatakan, kemarahan koordinator CS tersebut juga dikarenakan  Ketut berani membuka suara bahwa adanya keharusan untuk menandatangani surat pernyataan yang menerangkan bahwa tidak adanya pemotongan gaji dari pihak perusahaan.  Sementara, dirinya membenarkan bahwa ada pemotongan gaji dengan alasan pembayaran BPJS.

“Saya tandatangani karena takut dipecat.” Keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisi III Artadi sangat menyayangkan adanya penganiayaan kepada karyawan CS. Sehingga ia meminta agar korban yang dianiaya harus melanjutkan ke ranah hukum. Hal ini disebutnya untuk memberikan efek jera.

Foto: Hearing penganiayaan CS, di kantor DPRD Kabupaten Lombok Utara, Selasa (3/11).

“Saya sayangkan hal itu terjadi, kenapa terjadi pemukulan seperti itu. Kami persilahkan anak-anak untuk melanjutkan ke ranah hukum, biar ada efek jera. Karena kalau kita diamkan, maka akan terjadi secara terus menerus seperti ini.” Ujar Politisi Gerindra itu.

Sementara, ia pun membenarkan bahwa adanya penilepan gaji karyawan CS oleh koordinator sebesar Rp.45.000 dari masing-masing orang. Pengendapan tersebut diklaim mereka dengan dalih BPJS masih diproses.

“Kok baru sekarang diproses, sementara kita kan bayar BPJS ketika sudah terdaftar. Dan ternyata mereka belum terdaftar sama sekali, sangat disayangkan.” Ujar Artadi.

Ketua Dewan Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi

Kekecewaan Politisi Gerindra tersebut dikatakannya juga karena pihak CV tidak mengindahkan permintaan data yang ia minta untuk menyelesaikan persoalan ini.  Namun, ia pun akan terus mengusut tuntas permasalahan hingga usai.

“Besok saya layangkan surat pemanggilan lagi, namun jika tidak diindahkan saya akan turun memeriksa data sendiri dan akan saya laporkan hasilnya kepada pimpinan dewan, sehingga bisa diusut melalui kelembagaan. Kalau masih tidak diindahkan juga, maka kami akan melaporkan ke penegak hukum” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...

Tingkatkan Peluang Pasar, UMKM Kalimantan Timur Perlu Pendampingan dan Digitalisasi

BALIKPAPAN, bukadikit.co- Digitalisasi dalam usaha skala mikro, kecil dan menengah perlu terus ditingkatkan untuk melangsungkan usaha dan menyokong perekonomian dalam kondisi pandemi...

Sejumlah Kamar Hotel Palm Resort Gili Trawangan Hangus Terbakar

Lombok Utara, bukadikit.co- Belasan kamar di Hotel Sunset Palm Resort, Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, ludes terlahap si jago merah, Senin...

Bunda Niken: Jadikan Museum Sebagai Estalase Budaya

Mataram, bukadikit.co- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mendorong Museum Negeri NTB kedepannya mampu menjadi...

Kadis Lingkungan Hidup dan Perkim Lombok Utara Hadiri Prosesi Pemakaman ASN Pemda KLU

Mataram, bukadikit.co -  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lombok Utara Muhammad Zaldi ST MT mewakili Bupati Lombok Utara...