Home News Longsoran Material Proyek PLTMH di Lombok Utara Rugikan Warga Miliaran Rupiah

Longsoran Material Proyek PLTMH di Lombok Utara Rugikan Warga Miliaran Rupiah

Lombok Utara, bukadikit.co– Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Makro Hidro (PLTMH) di Dusun Goa, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, dipersoalkan warga. Pasalnya, lahan produktif warga seluas 38 are tertimbun longsoran material proyek.

Akibat dari longsoran yang meninmbun lahan setinggi dua meter tersebut, sejumlah warga harus merugi hingga miliaran rupiah.

Sudarti, salah seorang  pemilik lahan mengaku, mengalami kerugian hingga Rp 1,3 Miliar akibat dari longsoran material tersebut bersama enam warga lainnya.

“Total saya sendiri, setelah kita hitung berdasarkan perjanjian 2014 dengan pihak perusahaan, perjanjian itu sebagai acuan, sampai dia ber-akta notaris. Misalnya ada ketentuan ada nilai tanaman, nah itulah yang kami pakai. Jadi saya sendiri itu Rp 800 juta, sehingga total dengan teman-teman di atas kemarin itu capai 1,3 Miliar,” ungkap Sudarti Senin (29/06).

Sudarti mengungkapkan, lahan yang dijadikan sumber mata pencaharian tersebut tertimbun Maret lalu. Kejadian sekitar Pukul 03.00 Wita atau dinihari.

Ia menilai, longsor itu akibat kelalaian dari petugas yang ditempatkan perusahaan. “Dia bilang ini bencana, bukan akibat kelalaian petugas. Kalau tidak ada air dari atas, maka tidak begini. Ini bukan bencana, ini kelalaian dari perusahaan itu sendiri” tegasnya.

Karena merugi hingga miliaran rupiah, Sudarti  meminta agar diberikan ganti rugi dari pihak perusahaan. Hanya saja sampai saat ini,  pihak perusahaan belum memberikan kejelasan dan kesepakatan.

“Sudah mau empat bulan. Bahkan sudah 5 kali pertemuan dengan pihak perusahaan, sampai saat ini juga belum ada titik temu,” sesalnya.

Sudarti, salah satu pemilik lahan yang rugi Rp.800juta.

Gambaran yang diberikan phak perusahaan,  hanya menawarkan ganti rugi yang jauh dari angka tawaran.  Hanya ganti rugi dengan nilai relatif kecil. Antara Rp 15 juta sampai Rp 58 juta.

Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya juga menilai, nominal yang ditawarkan oleh pihak perusahaan untuk mengganti lahan warga tersebut bukanlah ganti rugi, melainkan  tali asih. Ini sangat disesalkannya, karena yang dibutuhkan warga adalah ganti kerugian.

“Berikanlah ganti rugi sesuai kajian logika. Tali asih itu kan semau mereka. Kalau ganti rugi itu mengganti dengan menghitung harga lahan maupun tanaman dengan harga yang sekarang,” jelas dia, Senin (29/06).

Warna menyebut, longsor akibat kelalaian petugas ini juga pernah terjadi sebelumnya. “Ya sudah dua sampai tiga kali,” katanya.

Sementara itu,  Teguh dari pihak PLTMH  dikonfirmasi melalui telepon mengklaim sudah melakukan komunikasi dengan warga dengan cara mediasi.  “Saya rasa ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan warga, kami sering komunikasi kok. Biar itu menjadi bahasan kami dengan warga,” kata Teguh.

Sementara terkait dengan keluhan warga soal nominal ganti rugi, Teguh mengatakan itu bukanlah domain dia.  “Kami masih menunggu konfirmasi dari pimpinan di pusat,”  ujar dia.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Tangkal Hoaks saat Debat Pilwalkot Mataram, AMSI NTB Gelar Cek Fakta Pilkada

Mataram - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah NTB menggelar cek fakta debat kandidat Pemilihan Walikota Mataram 2020. Hal ini dilakukan guna...

Puluhan Rumah Warga di Lombok Timur Disapu Angin Puting Beliung

Lombok Timur, bukadikit.co- Puluhan rumah warga di wilayah Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru mengalami kerusakan akibat disapu angin puting beliung yang...

KPUD Lombok Utara Dinobatkan sebagai KPU Terbaik ke-2 Tingkat Nasional dalam JDIH

Lombok Utara, bukadikit.co- Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara (KPUD KLU) meraih penghargaan sebagai KPU terbaik ke-dua tingkat nasional dalam pengelolaaan...

Pemprov NTB Upayakan Masalah Air, Listrik dan Blank Spot Tuntas Tahun 2021

Mataram, bukadikit.co - Pemerintah Provinsi NTB sedang mengupayakan ketersediaan listrik, keseimbangan air dan terpenuhinya jaringan internet di seluruh wilayah NTB dapat dituntaskan...

Komplotan Pejambret dan Pencuri Rokok di Lombok Timur Diringkus Polisi

Lombok Timur, bukadikit.co- Tiga kawanan pelaku penjambretan dan pencurian rokok sebanyak 12 (dua belas) slop yang terjadi di wilayah Polsek Keruak berhasil...