Home News Hukum KPK Minta Para Gubernur Awasi 7 Area Rawan Korupsi

KPK Minta Para Gubernur Awasi 7 Area Rawan Korupsi

Mataram, bukadikit.co- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Drs. Firli Bahuri, M. Si., mengaku, sangat memahami kesulitan yang dialami oleh Gubernur di seluruh Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Termasuk program unggulan harus ditunda dikarenakan refokusing anggaran di masing-masing daerah, serta menurunnya kapasitas fiskal, berkurangnya pendapatan daerah, sehingga berdampak pada belanja modal, barang dan transfer keuangan, dan yang lainnya.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Firli kepada seluruh Gubernur se-Indonesia, Rabu (24/6) melalui diskusi daring dengan tema “Sinergi dan Efektifitas Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi”, yang diikuti oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah didampingi Asisten II dan Inspektur Provinsi NTB, serta Kadiskominfotik NTB, di ruang kerjanya.

Disebutkan Firli, bahwa fokus KPK pada tindak pidana korupsi adalah pencegahan pada sektor bisnis / dunia usaha, perijinan, pajak, cukai dan area-area lainnya.

“Sehingga, melalui upaya pencegahan diharapkan tidak akan terjadi kejahatan korupsi, terlebih di tengah pandemi covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara” jelasnya.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah didampingi Asisten II dan Inspektur Provinsi NTB, serta Kadiskominfotik NTB, di ruang kerjanya saat diskusi daring dengan tema “Sinergi dan Efektifitas Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi”

Disamping itu, Firli menyebut, ada 7 area yang rentan terjadinya kejahatan korupsi. Ketujuh area itu, dimintanya untuk terus dilakukan pengawasan dan pengawalan secara ketat, baik oleh masyarakat maupun semua pemangku kepentingan di daerah.

“Termasuk para pemimpin daerah untuk terus mengoptimalkan peran aparat pengawasan di daerah. Sebab kami (KPK), tidak ingin kalau sampai terjadi ada birokrat atau pejabat dan pengusaha/swasta yang ditangkap KPK karena melakukan tindak pidana korupsi” tegas dia.

Ketujuh area rawan korupsi yang harus diwaspadai tersebut, diantaranya: pengadaan barang jasa, lahan reformasi birokrasi, rotasi dan mutasi jabatan, pemberian izin usaha tambang, mark up proyek, feeproyek, uang ketok palu dalam pengesahan anggaran.

Ia juga menjelaskan, 3 pendekatan pemberantasan korupsi yang kini terus dilakukan KPK, yakni pendekatan pendidikan masyarakat.

“Kemudian pendekatan pencegahab sebagai “core busines” KPK dan penindakan untuk menekan kejahatan korupsi” jelasnya.

Mantan Kapolda NTB itu mengaku, yakin dan percaya bahwa para pemimpin di daerah sudah banyak melakukan inovasi dan kreatifitas ditengah pandemi. Dan itu menurutnya, bisa menjadi peluang untuk kebangkitan pada bidang ekonomi dan kesehatan.

Namun, ia mengingatkan, bahwa hal yang paling penting diperhatikan dalam menyusun kebijakan dan penyesuaian atau refokusing program menghadapi pandemi covid 19, selain harus menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, juga harus fokus pada upaya penyelamatan dan keselamatan jiwa rakyat Indonesia.

Seperti diketahui, bahwa NTB dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah meluncurkan program JPS Gemilang.

Program yang menyerap berbagai produk sembako produksi IKM/ UKM lokal dari seluruh pelosok di NTB itu, tak hanya bertujuan untuk membantu meringankan masyarakat terdampak Covid-19 dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Tetapi juga menjadi momentum untuk pemberdayaan IKM/UKM lokal sehingga kedepan menjadi mandiri dan mampu berkompetisi di pasar bebas.

Paket JPS Gemilang tahap l dan ll sudah disalurkan ke masyarakat. Untuk tahap lll rencana akan disalurkan bulan Juli mendatang dengan melibatkan lebih banyak lagi pelaku UKM/IKM lokal.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, Muhammad Yusuf Ateh mengungkapkan, jika uang negara yang dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 begitu besar nilainya.

“Untuk itu, prioritas utama adalah memastikan manfaatnya betul-betul sampai ke masyarakat. Serta dalam penanganan dimasa pandemi covid-19 bisa tertangani dengan baik” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...