Home Collaboration KPID NTB: Migrasi ke TV Digital Bukan Penting atau Tidaknya, tetapi Sebuah...

KPID NTB: Migrasi ke TV Digital Bukan Penting atau Tidaknya, tetapi Sebuah Keharusan

Mataram, bukadikit.co– Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) tengah melaksanakan program Analog Switch Off (ASO) atau peralihan siaran TV analog ke digital. Program yang ditargetkan rampung 2 November 2022 ini dilakukan secara bertahap, yakni tahap 1 sampai tahap 3.

Saat ini, tahap 1 program ASO tengah dilakukan di tiga wilayah yakni wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat dan Riau.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pelaksanaan program ASO tahap 1 ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Namun, Pemerintah Daerah mengakui NTB sudah siap dengan program yang dicanangkan pemerintah ini.

“Empat kabupaten dan kota di NTB yang masuk tahap 1 program ASO itu sudah siap, tapi menunggu kebijakan pusat mengenai penugasan multiplexing nya,” ujar Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Ajeng Roslinda Motimori M.Si saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (19/06/2022).

Migrasi TV digital ini dikatakan Ajeng bukan perkara penting atau tidak penting atau suka maupun tidak suka. Namun, sebuah keharusan yang harus dilakukan mengingat era saat ini sudah digitalisasi.

“Bukan perkara suka atau tidak suka, mau tidak mau, ini harus migrasi ke digital,” cetusnya.

Oleh karena itu, ia pun berharap masyarakat memahami tujuan dari pelaksanaan program ASO ini. Migrasi TV digital bukanlah hanya semata kebijakan dan program pemerintah, namun sebuah kewajiban yang harus dilakukan.

“Seluruh dunia sudah beralih ke digitalisasi, kalau kita tidak beralih ya kita akan tertinggal,” tegasnya.

“Kalau tidak beralih juga, masyarakat tidak bisa mendapatkan siaran-siaran yang berkualitas, serta peluang dunia usaha di dunia pertelevisian dan penyiaran akan terhambat” imbuhnya.

Dikatakan perempuan yang baru menyelesaikan studi magister Sumber Daya Manusia Perternakan ini, sejak dicetuskannya program ASO oleh pemerintah pusat, KPID NTB  gencar mengawal agar program ini sukses terlaksana. KPID NTB tetap melakukan rapat-rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder baik Kominfo, Dinas Sosial, dan penyelenggara multiplexing ntuk memastikan program ASO di NTB berjalan dengan baik.

“Kami dari awal ASO sudah berkoordinasi dengan semua stakeholders agar ASO di NTB dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Dikarenakan program Analog Switch Off (ASO) atau migrasi TV analog ke digital ini baru bagi masyarakat, sangat dibutuhkan sosialisasi mengenai pengenalan TV digital, cara mendapatkan siaran, serta pemasangan Set Top Box.

Cara Beralih ke Siaran Digital

Untuk beralih ke siaran digital sangatlah mudah. Pertama, masyarakat harus memastikan bahwa di daerahnya sudah terdapat siaran televisi digital. Pengecekan siaran TV digital ini harus dicek melalui aplikasi sinyalTVdigital di play store/Appstore.

Setelah diinstal, maka bisa langsung dijalankan. Kemudian cek pada peta di aplikasi untuk mengetahui kekuatan sinyal.

Kedua, masyarakat  harus memerlukan antena rumah biasa, yaitu antena UHF baik berupa antena luar rumah (outdoor) atau antena dalam rumah (indoor) yang juga biasa digunakan untuk menangkap siaran televisi analog.

Ketiga, pastikan bahwa televisi di rumah sudah dilengkapi dengan penerima siaran televisi digital DVBT2.

Sementara, jika televisi Anda hanya bisa menerima siaran televisi analog, maka diperlukan memasang dekoder set top box.

Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi. 

Langkah Memasang Set Top Box (STB)

1. Perhatikan panel dan port yang ada pada bagian belakang STB, setelah itu jangan lupa untuk perhatikan juga panel pada belakang TV yang Anda miliki.

2. Lalu lakukan pemasangan kabel penghubung antena dari perangkat TV digital atau STB ke perangkat TV Anda.

3. Perhatikan kabel AV (Audio Video) atau HDMI pada STB, dan hubungkan kabel tersebut ke TV Anda
Jika sudah terhubung, tekan tombol ON pada STB dan TV atau menggunakan remote yang tersedia bersamaan dengan perangkat STB.

4. Pilih menu CARI SALURAN OTOMATIS, dan tunggu hingga penyesuaian selesai. Nantinya hasil dari pemindaian otomatis yang dilakukan oleh STB di TV Anda akan muncul di TV.



Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...