Home Collaboration Kemenkominfo Berikan 6,7jt STB Gratis, Simak Kriteria Penerimanya

Kemenkominfo Berikan 6,7jt STB Gratis, Simak Kriteria Penerimanya

Mataram, bukadikit.co– Untuk menyukseskan program Analog Switch Off (ASO) atau peralihan siaran analog ke digital, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membagikan Set Top Box (STB) gratis bagi Rumah Tangga Miskin (RTM).

Diketahui, jumlah STB yang akan dibagikan yakni sebanyak 6,7 juta. Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail, mengatakan sebanyak 5,7 juta STB disediakan oleh penyelenggara Multiplexing (Mux), sedangkan Kemenkominfo menyediakan 1juta STB sebagai pelengkap.

STB tersebut akan didistribusikan by name by adress hanya untuk keluarga miskin sesuai kriteria yang telah ditetapkan. “Set Top Box dibagikan hanya kepada masyarakat miskin,” ujarnya saat Web Seminar (Webinar) Sosialisasi Program Bantuan STB Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kemenkominfo dan dinas terkait provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Jumat 17 Juni 2022.

“Bagi masyarakat bukan miskin yang tidak masuk kriteria akan membeli sendiri perangkat set top box-nya, agar tetap bisa dapatkan siaran TV Digital,” tegas Ismail.

Ia menjelaskan, dalam penentuan masyarakat calon penerima STB gratis diperlukan data yang terverifikasi dan valid, sehingga distribusi bantuan STB tidak salah sasaran.

“Arahan Bapak Presiden dalam ratas (rapat terbatas, red) terakhir yang diikuti bapak-bapak menteri, kita diminta untuk melakukan verifikasi dan data yang aktual up to date. Dari pemerintah daerah khususnya pemerintahan desa, kabupaten/kota,” kata Ismail.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak berhak yang menerima bantuan STB ini,” sambungnya.

Ismail memaparkan dari hasil survei yang dilakukan Kemkominfo diperoleh data perkiraan jumlah rumah tangga yang memiliki TV Analog sebanyak 56,9 juta.

“Yang memiliki TV Digital berjumlah 1,46 juta dan yang menonton siaran TV analog melalui free to air  atau siaran gratis (FTA) 28,8 juta,” paparnya

Sedangkan, lanjut Ismail jumlah rumah tangga yang harus membeli perangkat STB atau TV digital mandiri sekitar 22 juta rumah tangga.

“Dari 28,8 juta rumah tangga tersebut terdapat 6,7 juta rumah tangga miskin, terdampak ASO yang masuk dalam DTKS Kemensos,” ulasnya

Adapun kriteria masyarakat yang akan menerima bantuan STB gratis untuk dapat menerima siaran TV Digital, pertama, masyarakat yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM).Kedua, memiliki pesawat TV analog dan menikmati siaran TV melalui teresterial (antena biasa/UHF-VHF).

“Kalau ada keluarga miskin yang tidak punya TV analog, maka mereka tidak diberikan bantuan STB gratis,” tegasnya

Kriteria ketiga yaitu lokasi rumah tangga tersebut berada dalam lokasi siaran TV Digital dan terakhir adalah bersedia menerima dan memanfaatkan bantuan STB gratis,” terang Ismail.

Pemberian bantuan STB gratis untuk RTM di area ASO, diberikan satu unit STB untuk satu RTM.

Sementara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yushanto Huntoyungo mengatakan semakin dekatnya batas akhir Analog Switch Off (ASO) menjadi siaran digital, dalam rapat terbatas (ratas) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan, bahwa sumber data penerima bantuan STB bersumber dari desa.

“Sumber data untuk bisa mengetahui siapa saja yang menjadi penerima set top box, yang akan diberikan negara kepada keluarga miskin itu bersumber dari desa,” ujarnya.

Yushanto berharap data keluarga miskin yang telah tervalidasi, sesuai syarat-syarat penduduk miskin calon penerima bantuan STB gratis di 341 kabupaten/kota se-Indonesia, dapat diterima Kemenkominfo pada akhir Juni 2022.

“Selanjutnya akan didistribusikan set top box kepada keluarga miskin tersebut,” ucapnya.

Data masyarakat miskin se-Indonesia berdasarkan Data Terpadu Kesejehteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos), untuk Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat 6.737.971 9 RTM di area terdampak ASO.

Berdasarkan data ini, awal Juli kita mendapatkan data yang permanen untuk keluarga miskin yang memenuhi kriteria, yaitu rumah tangga miskin yang berbasis pada DTKS,” kata Yushanto menambahkan. (*d)


Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...