Home Health Jadi Trend Kluster Penularan Baru, Ibu-ibu Hamil Harus Dirapid Test

Jadi Trend Kluster Penularan Baru, Ibu-ibu Hamil Harus Dirapid Test

Lombok Utara, bukadikit.co– Trend kasus ibu hamil yang dinyatakan reaktif dan positif terpapar covid-19 meningkat, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr.H. Lalu Bahrudin menegaskan, semua ibu hamil yang hendak bersalin tersebut diwajibkan untuk melakukan rapid test. Langkah tersebut diambilnya, dikarenakan kelompok ini rentan dan beresiko tinggi terkena dan menjadi kluster penularan covid-19.

“Kita yang lagi nge-trend saat ini, itu ibu-ibu bersalin. Ibu-ibu ini banyak yang reaktif. Bahkan kemarin ada yang positif” ujar dr.Bahrudin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/07).

Lebih jauh ia menyebut, kebijakan ini diambilnya juga dikarenakan banyak ditemukan tenaga kesehatan (nakes) yang reaktif setelah menolong proses persalinan.

“Beberapa tenaga saya, bahkan bidan juga reaktif setelah menolong persalinan” ujarnya.

Terkait pemberlakuan kebijakan ini, dr.Bahrudin mengakui sudah meminta kepada semua kepala puskesmas untuk melakukan rapid test kepada ibu-ibu hamil.

“Sehingga saya kemarin sudah menyampaikan ke semua kepala puskesmas secara lisan, untuk melakukan rapid test, Silahkan bagi warga kita, ibu-ibu yang akan melahirkan minta tolong untuk dirapid test. Hanya saja surat kebijakan ini belum dikeluarkan” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr.H. Lalu Bahrudin

Dr.Bah menyebut, perlakuan rapid test kepada ibu hamil ini harus dilakukan ketika jelang persalinan.

“Saat ngeden, saat ke puskesmas itu langsung dirapid test” katanya.

Sementara itu, terkait masih adanya 8 (delapan) pasien yang masih dinyatakan positif covid-19 di Kabupaten Lombok Utara, pihaknya saat ini masih melakukan survey untuk menentukan kluster penularan.

“Kita masih melakukan pemantauan terhadap warga kita yang masih dinyatakan positif sampai saat ini. 8 orang yang masih positif ini belum diketahui kluster dari mana. Kami dari dinas masih melakukan survei, misalnya ada ibu-ibu positif, kemudian aktivitasnya berjualan di pasar, kita bisa simpulkan bahwa penularan covid-19 ada di pasar. Nah itu sekedar contoh” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

KPUD Lombok Utara Dinobatkan sebagai KPU Terbaik ke-2 Tingkat Nasional dalam JDIH

Lombok Utara, bukadikit.co- Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara (KPUD KLU) meraih penghargaan sebagai KPU terbaik ke-dua tingkat nasional dalam pengelolaaan...

Pemprov NTB Upayakan Masalah Air, Listrik dan Blank Spot Tuntas Tahun 2021

Mataram, bukadikit.co - Pemerintah Provinsi NTB sedang mengupayakan ketersediaan listrik, keseimbangan air dan terpenuhinya jaringan internet di seluruh wilayah NTB dapat dituntaskan...

Komplotan Pejambret dan Pencuri Rokok di Lombok Timur Diringkus Polisi

Lombok Timur, bukadikit.co- Tiga kawanan pelaku penjambretan dan pencurian rokok sebanyak 12 (dua belas) slop yang terjadi di wilayah Polsek Keruak berhasil...

NTB Kembali Raih Anugerah Badan Publik Informatif Tahun 2020

Mataram, bukadikit.co- Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali berhasil meraih anugerah sebagai Badan Publik Informatif pada ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020,...

TGB: Menasehati Ahlul Bait adalah Salah Satu Bentuk Cinta

Jakarta, bukadikit.co- Menjawab banyaknya pertanyaan sputar cinta kepada nabi, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, KH. Muhammad Zainul Majdi, MA...