Home News Finance Insentif Nakes Puskesmas Cair Minggu Depan

Insentif Nakes Puskesmas Cair Minggu Depan

Lombok Utara, bukadikit.co– Pemberian insentif kepada tenaga kesehatan (nakes) di seluruh puskemas yang ada di Kabupaten Lombok Utara diperkirakan cair minggu depan. Pencairan tersebut dapat dilakukan setelah melewati proses yang cukup panjang.

“Saat ini masih dalam proses verifikasi final, minggu depan inshallah cair.” kata Kepala Dinas Kesehatan KLU dr.Bahrudin, di Tanjung (19/8).

Kadikes mengakui, proses pencairan insentif nakes untuk bulan Maret hingga Mei ini, memang terbilang cukup lama. Mengingat banyaknya tahapan yang harus dilalui. “Kami tidak ingin ada temuan, jadi itu mengapa harus benar-benar pertanggungjawabannya. Kemarin juga sudah ada perbaikan dari beberapa puskesmas dan saat ini sedang dilakukan verifikasi final” ungkap dia.

“Jadi verifikasi dilakukan dua kali. Pertama dari bidang, kemudian verifikasi fin oleh verifikator. Setelah verifikasi final, maka akan langsung ditransfer ke rekening.” imbuhnya.

Dr.Bah menyebut, total dana yang diberikan oleh Kementerian Keuangan untuk insentif nakes ini sendiri sebesar Rp.3,3 Miliar. Dimana, pihaknya telah menerima Rp.2,4 Miliar.

“Untuk total dana insentif nakes di seluruh puskesmas yang ada di Lombok Utara sendiri tidak sampai 1 Miliar, 500juta lebih sedikit lah” kata dia.

“Untuk sisa dana yang ada, kami masih menunggu regulasi dari pusat. Apakah dikembalikan atau digunakan untuk menghadapi kasus-kasus yang lain. Karena kan kasus ini masih banyak” imbuhnya.

Sementara, untuk besaran nominal dana yang diterima oleh setiap nakes di puskesmas sendiri terbilang bervariasi. Mengingat, Kemenkeu memiliki aturan dan rumus sendiri untuk besaran dana serta jumlah nakes yang dapat menerima.

Kepala Dinas Kesehatan KLU dr.Bahrudin, di Tanjung (19/8).

“Misalnya untuk kasus covid-19 50-100, nakes yang berhak menerima sekian. 100-150, sekian, begitu seterusnya” jelasnya mencontohkan.

Ia menambahkan, puskesmas sendiri memiliki otoritas penuh terkait pembagian insentif tersebut, baik kepada nakes yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

“Dari 8 puskesmas yang mengajukan SPJ, jumlah nakes yang diusulkan menerima itu bervariasi. Untuk kisaran dananya, per nakes itu menerima Rp.5 juta, sehingga menjadi 15juta jika terhitung tiga bulan dari Maret hingga Mei. Sementara puskesmas menentukan sendiri, siapa yang terlibat dan siapa yang terlibat tidak langsung untuk mendapat insentif ini, seperti cleaning service, sopir, atau lainnya. Karena mereka yang tahu pasti” jelas dr.Bah.

Insentif nakes ini, kata dr.Bah, sudah lama diterima oleh pihak Dikes. Namun, proses pencairan yang cukup lama dikarenakan lamanya penyerahan SPJ dari pihak puskesmas serta tahapan yang harus dilalui.

“Ya kami harap supaya cepat-cepat cair lah, karena capek juga kita anu uang ini” cetusnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

KPUD Lombok Utara Dinobatkan sebagai KPU Terbaik ke-2 Tingkat Nasional dalam JDIH

Lombok Utara, bukadikit.co- Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara (KPUD KLU) meraih penghargaan sebagai KPU terbaik ke-dua tingkat nasional dalam pengelolaaan...

Pemprov NTB Upayakan Masalah Air, Listrik dan Blank Spot Tuntas Tahun 2021

Mataram, bukadikit.co - Pemerintah Provinsi NTB sedang mengupayakan ketersediaan listrik, keseimbangan air dan terpenuhinya jaringan internet di seluruh wilayah NTB dapat dituntaskan...

Komplotan Pejambret dan Pencuri Rokok di Lombok Timur Diringkus Polisi

Lombok Timur, bukadikit.co- Tiga kawanan pelaku penjambretan dan pencurian rokok sebanyak 12 (dua belas) slop yang terjadi di wilayah Polsek Keruak berhasil...

NTB Kembali Raih Anugerah Badan Publik Informatif Tahun 2020

Mataram, bukadikit.co- Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali berhasil meraih anugerah sebagai Badan Publik Informatif pada ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020,...

TGB: Menasehati Ahlul Bait adalah Salah Satu Bentuk Cinta

Jakarta, bukadikit.co- Menjawab banyaknya pertanyaan sputar cinta kepada nabi, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, KH. Muhammad Zainul Majdi, MA...