Home Health Gubernur Zul Ajak Warga NTB Tetap Semangat dan Produktif

Gubernur Zul Ajak Warga NTB Tetap Semangat dan Produktif

Mataram, bukadikit.co- Gubernur Provinsi NTB, Drs.H. Zulkieflimansyah mengajak seluruh warga NTB yang terdampak wabah Covid-19, tetap bersemangat dan terus berupaya meningkatkan produktivitas. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul tersebut saat menyerahkan 100 paket bantuan sembako untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19, di Lingkungan Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Minggu, (14/06).

Didampingi oleh Kadisos NTB, Ahsanul Khalik dan Kadiskominfotik NTB, Gde Aryadi, serta tokoh Hindu, Bapak Gde Wenten, Doktor Zul memastikan, bahwa pemberian bantuan paket sembako berupa beras, minyak, susu kaleng, gula pasir, abon ikan dan kopi ini akan terus dilakukan pihaknya.  Sebab, hampir semua lini kehidupan masyarakat di wilayah NTB, terdampak adanya pandemi Covid-19.

“Saya sengaja mengutus Kepala Dinas Sosial untuk mengurusi bantuan bagi masyarakat, karena beliau punya kemampuan. Makanya, Pak AKA (Ahsanul Khalik) saya perankan untuk atasi masalah yang memang sebelumnya tidak bisa terselesaikan. Begitupun pak Kadis Kominfotik NTB. Kedua orang ini adalah sosok pejabat yang siap melayani masyarakat selama 24 jam,” ujar Gubernur.

Bang Zul mengaku, esensi kehidupan manusia terlihat dari semangat produktifitasnya. Ia menyampaikan sebuah perumpamaan, yang menyebut bahwa tidak sedikit masyarakat yang justru meninggal di usia 30 tahun, namun dikuburkan setelah usia 60 tahun. Itu hanyalah sebuah kondisi yang menggambarkan betapa produktivitas kita masih perlu terus ditingkatkan, terangnya.

Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul tersebut saat menyerahkan 100 paket bantuan sembako untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19, di Lingkungan Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Minggu, (14/06).

“Jika kita ingin punya produktivitas, maka kita harus terus semangat untuk terus berinteraksi. Jangan hanya diam saja menerima apa yang sudah kita peroleh,” kata Gubernur.

“Jadi, salah satu sosok yang punya produktifitas tinggi meski usianya tidak muda adalah Pak Wenten. Itu karena istri beliau sangat menyuport ruang geraknya untuk mengabdi pada masyarakat” sambung Gubernur mencontohkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, pemberian bantuan paket sembako sebanyak 100 paket itu adalah upaya Pemprov NTB dalam mengintervensi kondisi masyarakat terdampak Covid-19 di NTB. Apalagi, Kota Mataram merupakan satu-satunya wilayah di NTB yang paling menjadi perhatian serius. Lantaran, terdampak paling parah.

“Khusus di wilayah Pamotan ini, rata-rata masyarakatnya terdampak Covid-19. Di sini ini, ada ribuan karyawan hotel dan pertokoan yang dirumahkan karena lokasi mereka sudah tidak beroperasi lagi,” kata Ahsanul.

Mantan Kalak BPBD NTB itu menuturkan, paket bantuan masyarakat terdampak Covid-19 ini memiliki kreteria diberikan. Diantaranya, para pekerja yang terkena PHK, masyarakat miskin yang belum terkover bantuan pusat dan daerah.
Selanjutnya, para lansia, dan difabel.

“Bantuan ini juga menyasar pada masyarakat luar daerah yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Jadi, bantuan ini sifatnya insedentil. Dan di Kecamatan Cakranegara banyak masyarakat menjadi korban PHK,” jelas Ahsanul.

Terkait alokasi bantuan terdampak Covid-19, ia menuturkan, hingga kini, sudah banyak yang meminta bantuan tersebut. Namun lantaran Mataram sangat banyak persoalan kaitan dengan Covid-19, maka intervensi dari Provinsi dilakukan agar tidak ada masalah ikutan lainnya.

“Tapi, karena jumlahnya enggak banyak, maka kita pilah sesuai kriteria yang ada. Makanya, Kota Mataram kita banyak sasar karena akan berimplikaai pada masalah ikutan lainnnya. Yakni, ekonomi, sosial dan lainnya,” tandas Ahsanul Khalik.

Tokoh Pamotan, Kecamatan Cakranegara, Gede Wenten juga menambahkan, sebanyak 100 orang penerima bantuan kali ini adalah mereka yang tidak memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov dan Pemda kabupaten/kota.

“Dari para penerima ini ada yang datang ke saya karena sudah tidak bisa bekerja karena hotel mereka tutup. Makanya, saya berterima kasih atas respon pak Gubernur yang bersedia datang menyerahkan bantuan kali ini,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Indonesia Pilih Jamu yang Diusul ke UNESCO, Malaysia Gercep Akan Klaim Reog Ponorogo

JAKARTA, bukadikit.co- Negeri Jiran kembali membuat jenggot warga Indonesia terbakar. Pasalnya, negeri tersebut baru-baru ini mengabarkan akan mengklaim Reog Ponorogo dan mendaftarkannya...

AMSI Kembali Gelar Pelatihan Penguatan Manajemen dan Bisnis Media Online

Jakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Pelatihan Penguatan Manajemen, Bisnis, dan Keberlanjutan Media Digital (Training Media Management, Business Development...

5 Tahun Berdiri, AMSI Kolaborasi Bangun Ekosistem Media Digital Sehat dan Berkelanjutan

Yogyakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) selama dua hari di Yogyakarta. Ada puluhan peserta dari seluruh...

Indonesia Fact-checking Summit 2021 akan Bahas Isu Krusial Periksa Fakta

Jakarta, bukadikit.co - Jejaring Cek Fakta yang digawangi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) serta...

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...