Home Tourism Ekowisata Tanjung Batu, Sajikan Beragam Sensasi Bagi Pengunjung

Ekowisata Tanjung Batu, Sajikan Beragam Sensasi Bagi Pengunjung

Lombok Barat, bukadiki.co– Ekowisata Tanjung Batu,  Desa Sekotong Tengah merupakan salah satu kawasan wisata mangrove yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi.

Meski terbilang baru, kawasan wisata seluas  lima belas hektar ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sekotong, yang kini banyak menarik kunjungan wisatawan domistik maupun mancanegara.

Selain Tanjung Batu, wisatawan juga dapat menikmati indahnya Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar (KEMBar), obyek wisata baru yang berada di wilayah pesisir Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Desa Sekotong Tengah Lalu Sarappudin menyulap kawasan tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dia mengubah kawasan mangrove tersebut menjadi Ekowisata Tanjung Batu yang menakjubkan.

Spot Foto Wisata Tanjung Batu

Meski belum tuntas, pengunjung sudah mulai ramai datang ke tempat ini, ujar Sarappudin saat dikunjungi di Sekotong, Senin (30/12).

Ia mengakui, dibutuhkan kerja keras untuk terus mempercantik kawasan pesisir tersebut sekaligus untuk melestarikan kawasan hutan manggrove yang multi fungsi itu.

“Rencana tahap kedua kami pemerintah desa akan membangun warung terapung yang mengelilingi kawasan ekowisata ini. Warung makan di atas laut dengan konsep klasik dipadukan dengan selera milenial. Warung yang terbuat dari kayu dengan kursi bean bag warna-warni yang akan menjadi spot selfie yang menakjubkan” tuturnya.

Latar laut biru yang tenang dengan rimbunan pepohonan hijau mangrove, kata Saparudin akan menyajikan sensasi tersendiri bagi pengunjung. Terlebih ditempat itu, para Pengunjung bisa menikmati hidangan kuliner seafood hasil tangkapan para nelayan Sekotong.
        
Juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti jembatan lintasan membelah hutan bakau yang merupakan hasil tangan kreatif pemuda setempat. Jembatan kayu itu di cat warna warni sehingga menambah keanggunan dan indahnya lokasi ini.

Ada juga menara atau gardu pandang yang memanjakan mata pengunjung, karena pengunjung bisa melihat pemandangan hutan mangrove dan pantai dari atas ketinggian belasan meter serta aula pertemuan yang dapat menampung banyak orang.

Suasana Ekowisata Tanjung Batu di malam hari.

Lokasinya terbilang strategis, karena berada persis di pinggir jalan dekat dengan akses jalan besar Sekotong yang menghubungkan langsung ke kawasan wisata di daerah Sekotong Barat- Mekaki Pelanggan hingga tempat selancar  desert points di Bangko-bangko Desa Batu Putih.

Pengunjung yang ingin ke lokasi ini tidak butuh waktu lama perjalanan dari simpang tiga Sekotong. Melewati jalan hotmix menunju arah barat, pengunjung dengan mudah melihat lokasi wisata ini persis di tikungan jalan utama.

Tiba di lokasi wisata ini, pengunjung akan disambut tulisan selamat datang di lokasi ekowisata Tanjung Batu.

Sebelum masuk di lokasi ini, terpasang larangan dimana pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, merusak atau menebang pohon di hutan bakau, menangkap binatang atau satwa di sekitar kawasan itu serta dilarang berbuat hal yang melanggar hukum, seperti mesum, memakai barang terlarang dan minuman keras.

Ditambah lagi lampu hias di sepanjang jalur lintasan, sehingga indah dipandang mata pada waktu malam hari. Di beberapa titik disiapkan spot selfie dan tempat duduk bagi pengunjung  yang mau menghabiskan waktu di hutan mangrove tersebut.

Sarappudin mengatakan pembangunan penataan kawasan wisata mangrove, ia mulai sekitar bulan November lalu. Ekowisa mangrove ini didanai murni dari dana desa (DD). Dalam penataannya, pihak desa melibatkan masyarakat khususnya pemuda setempat.

Sejumlah fasilitas dibangun di lokasi ini, seperti jembatan lintasan sepanjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter. Ditambah lagi bangunan menara setinggi 13 meter.

“Tahun 2020 kita akan tambah jembatan lintasan 120 meter dilengkapi dengan fasilitas lain seperti berugak, aula dan untuk lesehannya kemudian tentunya dekorasi untuk menambah keindahannya,” jelas Kades Sekotong Tengah ini.

Ia menjelaskan, dibangunnya kawasannya wisata mangrove ini, mengingat di wilayah Sekotong sangat jarang hutan mangrove yang terbentuk secara alamiah sehingga dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri. Ia berharap ekonomi warga dapat meningkat. Baik dari sektor perdagangan, jasa dan lain-lain.

“Sebenarnya tinggal mempercantik dengan aksesoris dan fasilitas penujnang saja. Rencananya kami akan resmikan  setelah selesai bangunan awal pada 2020” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...