Home News Finance Dugaan Penilepan Gaji CS di RSUD Tanjung Semakin Kuat

Dugaan Penilepan Gaji CS di RSUD Tanjung Semakin Kuat

Lombok Utara, bukadikit.co– Dugaan penilepan gaji sejumlah karyawan Cleaning Service (CS) di RSUD Tanjung semakin menguat setelah beberapa CS mendatangi Ketua Dewan Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara Artadi pada Senin (2/11). Pengaduan karyawan CS tersebut disertai dengan bukti pengembalian sejumlah uang tunai yang sebelumnya telah dipotong oleh pihak CV Indevenden Massaru.

Artadi mengungkapkan, tindakan pengembalian uang itu menjadi bukti bahwa memang ada penyelewengan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Kok sekarang dikembalikan setelah permasalahan ini mencuat, ini kan lucu” cetusnya.

Dijelaskannya, sebelumnya pemotongan gaji sebesar Rp45.000 dari masing-masing karyawan CS tersebut diklaim perusahaan untuk pembayaran karyawan BPJS. Namun, sampai dengan saat ini, para CS mengaku tidak pernah memiliki kartu BPJS.

“Ini yang menjadi pertanyaan kita, dikemanakan uang Rp.45.000 per orang itu oleh CV ini, dan sekarang kami terima informasi uang itu mau dikembalikan. Kan aneh,” tudingnya.

Ketua Dewan Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara Artadi

“Dan kami akan tanyakan kepada pihak BPJS, benar tidak anak-anak ini didaftarkan BPJS” imbuhnya.

Lebih jauh, meski pihak CV telah mengembalikan sejumlah uang kepada CS, Politisi Gerindra itu menegaskan akan terus mengusut tuntas permasalahan ini. Tindakan ini disebutkannya agar pihak CV mau bertanggung jawab dan memberikan efek jera.

“Kami meminta kepada anak-anak ini untuk melanjutkan ke proses hukum.” Tegasnya.

Hal lain yang diatensi oleh Komisi III dikatakannya, bukan hanya persoalan  adanya dugaan penilepan gaji karyawan. Namun juga beberapa karyawan CS RSUD mengaku dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan yang bahkan tidak diketahui isinya.

“Mereka diancam mau dipecat kalau tidak tanda tangan, dan mereka tidak pernah tau besaran gaji yang mereka terima, hanya nama dan tandatangan saja pada saat penerimaan gaji.” Jelasnya.

Sementara itu, Direktur CV Indevenden Massaru Sopian mengklaim, selama ini pihak perusahaan tidak pernah memotong gaji karyawan CS, karena pengelolaan keuangan sepenuhnya diserahkan kepada koordinator dan supervisor CS RSUD. “Itu diendapkan oleh koordinatornya sendiri itu, tidak ada pemotongan.” tudingnya saat dikonfirmasi melalui telepon, sore tadi.

Ia pun sangat menyayangkan persoalan ini mencuat ke publik. Sehingga, pihak perusahaan dikatakannya akan mengambil langkah tegas kepada koordinator dan supervisor CS.

“Bila perlu saya pecat kalau ada yang bermasalah itu! Ada konsekusensinya.” Pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...