Home Collaboration DPR RI: Sosialisasi ASO di Indonesia Terlalu Singkat, Jadi Ayo Segera Beralih...

DPR RI: Sosialisasi ASO di Indonesia Terlalu Singkat, Jadi Ayo Segera Beralih ke Digital

Mataram, bukadikit.co– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) bersama DPR RI terus menyosialisasikan program migrasi  Analog Switch Off (ASO) atau migrasi TV analog keTV digital.

Anggota Komisi I DPR RI H.Subarna S.E., M.Si pada saat Sosialisasi ASO yang berlangsung secara virtual Jumat (24/06/2022), mengatakan, Indonesia menjadi negara yang terlambat dalam melaksanakan program ASO. Kendati terlambat, ASO merupakan kewajiban yang harus dituntaskan.

Ia pun mengomentari rentang waktu untuk sosialisasi dan pelaksana ASO di Indonesia. Sosialisasi program ASO di Indonesia dikatakan terlalu singkat. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain.

“Cuma dua tahun, dan dua tahun ini harus selesai. Sementara di negara lain ada yang sampai 5 sampai 7 tahun,” ujar H. Sabarna.

Oleh karena rentang waktu yang singkat, ia pun mengimbau agar masyarakat memahami urgensi pentingnya pindah ke siaran digital.

“Ada alasan kenapa pemerintah mengalihkan siaran analog ke digital, sesuai UU, ya untuk mendapatkan siaran yang lebih jernih dan lebih berkualitas. Karena, siaran tv digital ini membuat penonton televisi mendapatkan gambar yang jernih, suara yang berkualitas, serta gratis dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, kata H. Subarna, peralihan siaran ke digital ini juga untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain. Hal ini ditujukan untuk menghindari sengketa-sengketa dengan negara tetangga  yang disebabkan intervensi spektrum frekuensi di wilayah-wilayah perbatasan.

Migrasi ke siaran digital juga sebagai penataan frekuensi guna mendorong ekonomi digital dan industri di era 4.0.

“Juga untuk mengefisiensikan penggunaan frekuensi untuk pertumbuhan ekonomi digital,” paparnya.

Saat ini, pemerintah melalui Kemenkominfo RI saat ini tengah menggesa program Analog Switch Off (ASO) atau peralihan siaran analog ke digital. Program ini telah dimulai per 30 April 2022 di tiga wilayah sebagai tahap I yakni wilayah NTT, Papua Barat, dan Riau.

Program ASO atau migrasi TV digital ini sangat harus dilakukan, mengingat manfaat dari Digital Dividend dengan peningkatan Internet di Indonesia, dalam lima tahun akan menghasilkan multiplier effect, yakni, 232 ribu penambahan lapangan kerja baru, 118 ribu penambahan peluang usaha baru, serta  ± Rp 77 Triliun penerimaan Kas Negara.

Dengan adanya program ini, masyarakat diminta untuk beralih ke siaran digital agar tetap bisa menonton televisi dengan siaran yang bervariasi dan berkualitas tinggi. (*)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...