Home News Finance Dari Tukang Ojek sampai Pedagang Asongan se-NTB Akan Terima Sembako Plus Mulai...

Dari Tukang Ojek sampai Pedagang Asongan se-NTB Akan Terima Sembako Plus Mulai 16 April ini

Mataram, bukadikit.co– Selain melakukan pencegahan dan penanganan covid-19, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat juga melakukan penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi dengan cara memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Pemprov NTB setidaknya sudah mendata 105.000 KK untuk dibagikan “Paket Sembako Plus”.

“Paket sembako plus terdiri dari beras, telur, minyak goreng, teh, minyak kayu putih, dan lain sebagainya” kata Sekda NTB Drs.H. Lalu Gita Aryadi melalui press release resmi yang dikeluarkan Jumat, (10/04).

“Dimana tiap paketnya senilai Rp.250.000 per KK dan per bulan, dan akan diberikan selama masa darurat covid-19, selama tiga bulan, sejak 16 April sampai bulan Juni 2020” imbuh Sekda.

Lebih jauh ia menyampaikan, bantuan paket sembako plus ini menyasar 73.000 KK berbasis Desil 1 (sangat miskin), Desil 2 (Miskin), dan Desil 3 (hampir miskin) yang belum mendapat bantuan dari program kementerian sosial RI seperti PKH maupun bantuan pangan non tunai (BNPT) dan bantuan sembako lainnya.

Sekda NTB Drs.H. Lalu Gita Aryadi

70.000 KK Miskin tersebut terdiri dari 1.868 KK di Kota Mataram, 28.817 KK di Lombok Timur, 11.780 KK di Lombok Tengah, 6.398 KK di Lombok Barat, 2.827 di Lombok Utara, 3.937 KK di Kabupaten Sumbawa, 1.757 KK di Sumbawa Barat, 1.344 KK di Kota Bima, 8.838 KK di Kabupaten Bima, 5.434 KK di Kabupaten Dompu.

Sedangkan untuk 32.000 KK lainnya, lanjut Sekda, bantuan paket sembako plus tersebut diperuntukkan untuk sektor non-formal yang terimbas oleh dampak covid-19, seperti tukang ojek, korban PHK, PKL/Asongan, Buruh Migran, IKM, PDP, ODP, dan lain sebagainya.

“Kuota per kabupaten/kota didasarkan pada tingkat rasio tingkat kemiskinan masing-masing daerah” pungkasnya.

Ia lebih jauh menyampaikan, saat ini petugas sedang melakukan validasi data, agar penyaluran bantaun paket sembako plus (JPS Gemilang)  tidak terjadi tumpang tindih (double) antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota.

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Indonesia Pilih Jamu yang Diusul ke UNESCO, Malaysia Gercep Akan Klaim Reog Ponorogo

JAKARTA, bukadikit.co- Negeri Jiran kembali membuat jenggot warga Indonesia terbakar. Pasalnya, negeri tersebut baru-baru ini mengabarkan akan mengklaim Reog Ponorogo dan mendaftarkannya...

AMSI Kembali Gelar Pelatihan Penguatan Manajemen dan Bisnis Media Online

Jakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Pelatihan Penguatan Manajemen, Bisnis, dan Keberlanjutan Media Digital (Training Media Management, Business Development...

5 Tahun Berdiri, AMSI Kolaborasi Bangun Ekosistem Media Digital Sehat dan Berkelanjutan

Yogyakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) selama dua hari di Yogyakarta. Ada puluhan peserta dari seluruh...

Indonesia Fact-checking Summit 2021 akan Bahas Isu Krusial Periksa Fakta

Jakarta, bukadikit.co - Jejaring Cek Fakta yang digawangi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) serta...

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...