Home Health Danone Indonesia dan AMSI Gelar Program ‘Cyber Media Forum’ untuk Edukasi Kesehatan...

Danone Indonesia dan AMSI Gelar Program ‘Cyber Media Forum’ untuk Edukasi Kesehatan Masyarakat Lewat Media

Jakarta, bukadikit.co– Danone Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar program  “Cyber Media Forum” untuk meningkatkan kompetensi media online dan membangun ruang berbagi media dalam menghasilkan hasil karya jurnalistik dalam isu kesehatan di berbagai portal berita. 

Program Cyber Media Forum yang bertemakan “Potret dan Tantangan Kesehatan Masyarakat Menjelang Endemi COVID-19”  tersebut berlangsung secara virtual pada 21 September 2022 dan diikuti oleh media siber anggota AMSI dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Lampung, Medan, Manado, Makassar, Kalimantan, Papua.

Wahyu Dyatmika, Sekjen Asosiasi Media Siber Indonesia mengatakan, bahwa di tengah situasi kesehatan nasional yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi publik dan pemerintah, maka sebagai insan pers yang menjalankan perannya sebagai sumber penyedia informasi diharapkan dapat mengangkat berita tentang isu kesehatan yang terverifikasi dari sumber-sumber kredibel.

“Sehingga dapat menjadi rujukan bagi publik agar mereka mampu menyikapi informasi dengan tepat sasaran,” ujarnya.

Kreativitas dalam Penulisan Isu Kesehatan dan Counter Berita Palsu juga menjadi hal yang penting untuk dimiliki oleh rekan jurnalis, agar output yang dihasilkan dapat diminati oleh para pembaca terlepas dari seberapa tinggi konten yang ada didalamnya.

Foto: Workshop Cyber Media Forum yang digelar oleh Danone Indonesia dan AMSI (dok.ist)

Redaktur Pelaksana Detik Health, Uyung Pramudiarja mengatakan akibat dari momentum Covid-19 isu kesehatan dalam pemberitaan selalu menarik karena dekat dengan keseharian semua orang, sehingga hal ini menjadikan adanya peluang maupun tantangan dalam satu waktu.

Melalui adanya peningkatan skill program ini kita diharapkan dapat menjawab tantangan dalam pengemasan berita yang menarik dengan tetap memperhatikan etika jurnalistik agar informasi yang diterima masyarakat mendalam, akurat dan menghadirkan solusi dari permasalahan kesehatan yang ada dengan format yang interaktif, menarik sehingga minat pembaca dari audiens menjadi tinggi.

“Yang kita yakini kesadaran masyarakat akan isu kesehatan saat ini berubah dan semakin tinggi dan kedepannya isu kesehatan ini akan semakin dibutuhkan. Saat ini masyarakat juga lebih senang untuk membaca informasi yang sifatnya positif dan optimis” ujar Uyung.

Sementara, Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia menjelaskan pertumbuhan informasi di digital yang begitu cepat merupakan tantangan yang harus mampu diimbangi oleh media massa namun tetap memegang prinsip informasi yang akurat, faktual, dan akuntabel.

Upaya untuk meningkatkan kualitas jurnalisme terus dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan uji kompetensi rekan-rekan jurnalis. Selain dari tujuan kami terhadap peningkatan jurnalis, kami juga berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengedukasi masyarakat akan isu kesehatan dan nutrisi melalui jurnalis sebagai key opinion leader dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

“Sebagaimana misi kami yakni membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang,  kami terus berkomitmen untuk membawa kesehatan ke banyak masyarakat tidak hanya melalui operasional bisnis kami namun juga upaya edukasi yang dilakukan untuk publik,” jelasnya.

Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes, Drg. Widyawati, MKM juga mengatakan dalam penanganan permasalahan kesehatan, pemerintah akan terus melakukan kebijakan sesuai dengan perkembangan terbaru terhadap beberapa isu kesehatan prioritas seperti penanganan Covid-19 hingga stunting.

Indikator kesehatan di Indonesia termasuk penanganan Covid-19 dapat membaik dengan kolaborasi multipihak dan dukungan dari masyarakat dan media. Adapun beberapa kebiasaan baik yang tercipta selama pandemi beberapa tahun terakhir seperti  penerapan protokol kesehatan disertai makan sehat dan gizi yang seimbang dibutuhkan sesuai dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan implementasi pedoman isi piringku.

“Maka sangatlah penting tidak hanya dalam percepatan penanganan pandemi namun juga menjaga kesehatan masyarakat secara luas” tegasnya.

Sementara, Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI, Dr. Nurul Ratna, M. Gizi,SpGK menekankan air di dalam tubuh kita adalah hal yang sangat penting. Tanpa adanya air yang cukup dan berkualitas, organ tubuh vital tidak dapat berfungsi dengan baik. Sayangnya, tidak semua orang menyadari besarnya fungsi air dalam tubuh sehingga sering kurang minum.

Saat ini penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak-anak dan remaja belum cukup minum, dan juga 1 dari 4 orang dewasa belum cukup minum. Padahal setidaknya kita dianjurkan untuk minum minimal 2 liter per hari untuk orang dewasa dan 1,2 liter perhari untuk anak-anak.

“Selain itu, penting juga bagi kita untuk memperhatikan kriteria air minum yang baik, yaitu tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat juga kita harus memastikan sumber air nya murni, berkualitas dan terlindungi,” ujarnya.

Terlepas dari permasalahan kesehatan dan nutrisi yang terjadi, saat ini masyarakat juga masih dibayangi akan tantangan kesehatan masyarakat pasca pandemi. Pengurus Pusat IAKMI – Dr.CSP Wekadigunawan, MPH, PdH yang menyampaikan materi tentang Tantangan Masalah Kesehatan Masyarakat di Masa Endemi Covid-19 menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membukakan mata dan kesadaran banyak pihak bagaimana esensi kesehatan berperan penting tidak hanya dalam kehidupan seseorang, namun juga dalam lingkup masyarakat yang lebih luas.

Dikatakannya, terlepas dari permasalahan Covid-19, Indonesia juga menghadapi berbagai permasalahan kesehatan baik masalah kesehatan yang menular dan tidak menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan, gizi dan nutrisi dan berbagai faktor lainnya.

“Sehingga mitigasi dan pencegahan sebagai  bentuk kesiapan akan terjadinya permasalahan kesehatan lainnya dibutuhkan seperti halnya yang tergambar dalam pendekatan One Health yang melibatkan multistakeholders baik dari sisi pakar/ahli, pemerintah, industri maupun masyarakat dengan contoh aksi konkrit yang bisa dilakukan seperti pemahaman dan akan penerapan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.” tutupnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kadiskominfotik NTB: Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik Hingga Tingkat Desa

Mataram, bukadikit.co- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program Desa...

AMSI Raih Penghargaan Kolaborasi Covid-19 dari Menkes

Jakarta, bukadikit.co- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberi penghargaan khusus kepada Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) atas kontribusi dan kolaborasinya dalam penanganan...

Inflasi Provinsi NTB Turun Sebesar 0,33 Persen

Mataram, bukadikit.co- Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan bahwa Inflasi di Provinsi NTB month to month (m-to-m) Gabungan Dua Kota (Kota Mataram...

Gubernur Bang Zul Optimis Masalah Lahan di Mandalika dan Gili Trawangan Segera Tuntas

Jakarta,bukadikit.co- Dedikasi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc untuk merentangkan jalan dan meretas harapan masyarakat di kawasan Mandalika dan Gili Trawangan terus...

Petani Diminta Hemat Gunakan Pupuk, Meski Subsidi Tahun Ini Meningkat

Lombok Utara, bukadikit.co- Bantuan pupuk bersubsidi pada tahun 2023 mengalami peningkatan. Hal ini menjadi angin segar bagi para petani di Lombok Utara.