Home Tourism Bangkitkan Pariwisata Gili saat Pandemi, GHA Gelar Pekenan Dayan Gunung

Bangkitkan Pariwisata Gili saat Pandemi, GHA Gelar Pekenan Dayan Gunung

Lombok Utara, bukadikit.co– Upaya menghidupkan geliat pariwisata pulau tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) di Kabupaten Lombok Utara, dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui gelaran Pekenan Dayan Gunung yang diselenggarakan asosiasi perhotelan tiga Gili yakni Gili Hotel Association (GHA) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata KLU serta sejumlah lembaga pegiat budaya lainnya, mulai dari Sabtu hingga Minggu (12-13) Desember 2020.

Pekenan Dayan Gunung yang dikonsep dengan pameran berbagai ikon budaya Lombok seperti keris, kain tenun, cincin batu akik, baju adat Lombok Utara, serta belasan produk UMKM tersebut, digelar di Hotel Gili Sands, Trawangan.

Ketua GHA Lalu Kusnawan mengatakan, acara Pekenan Dayan Gunung tersebut tidak hanya ditujukan untuk mensosialisasikan bahwa pulau Tiga Gili, khususnya Gili Trawangan sudah mulai aman dikunjungi oleh wisatawan. Namun juga sebagai upaya untuk menghidupkan perekonomian masyarakat, yakni melalui keterlibatan 15 UMKM di Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu, dikatakannya, Pekenan Dayan Gunung juga sebagai bentuk bahwa pariwisata Lombok bukan hanya tentang panorama alam seperti pantai dan air terjun, namun juga balutan budaya, tradisi, dan adat istiadat juga mampu menjadi daya tarik wisatawan yang tidak kalah menarik.

“Ya kita ingin menunjukkan bahwa pariwisata di Lombok Utara itu tidak hanya wisata bahari, namun juga ada UMKM, ada keris, ada ikon budaya lainnya. Pokoknya nature to culture lah, selain alam kita juga punya budaya,” jelas pria yang akrab disapa Mamiq Kus kepada media, Sabtu (12/12).

Foto: Ketua GHA Lalu Kusnawan saat gelaran Pekenan Dayan Gunung hari pertama, Sabtu (12/12).

Dikatakannya, selama dua hari gelaran Pekenan Dayan Gunung tersebut ditargetkan mampu menggaet 1500 wisatawan domestik. Hal itu, katanya, merupakan hasil peralihan pangsa pasar pariwisata karena covid-19.

“Awalnya target saya 1000 sampai 1500, tapi setelah melihat kondisi hari ini banyak yang datang juga, 700-800 bisalah hadir.” Ujarnya.

Menjadikan keris sebagai ikon utama dalam acara Pekenan Dayan Gunung, memiliki alasan tersendiri. Mamiq Kus menjelaskan, perputaran bisnis keris sendiri dirasakan cukup menjanjikan untuk membangkitkan pariwisata. Hal tersebut, katanya, karena keris memiliki harga yang relatif mahal dan dinilai masih mampu bertransaksi.

“Itulah mengapa kami juga mengundang bapak-bapak pengusaha keris ini untuk berkolaborasi dengan kami, untuk bagaimana membangkitkan ekonomi melalui pariwisata,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Fahri Habibi selaku Ketua Koordinator Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) NTB mengungkapkan, dunia perkerisan di Lombok memang mampu membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat. Terlebih pulau Lombok sendiri memiliki berbagai jenis keris yang ada di nusantara, mulai dari Pulau Bali, Sulawesi, Sumatera, Jawa dan lainnya.

“Ya semua keris di seluruh nusantara ada di Lombok, memang Lombok ini luar biasa. Apalagi bahan warangka keris di Lombok semua menggunakan bahan alami,” beber dia.

Salah satu pengerajin warangka keris asal Lombok Tengah, Yudi, juga mengakui bisnis keris memang sangat menjanjikan. Menggeluti dunia pekerisan sejak 2005 silam, diakuinya dapat memberikan banyak keuntungan karena peminat keris tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara.

“Ya alhamdulillah kalau dari segi perekonomian sangat menjanjikan,” ujarnya.

Sementara itu, dengan diadakannya kegiatan Pekenan Dayan Gunung sebagai salah satu bentuk promosi wisata, Setiadi selaku Kepala Bidang Pemasaran Dispar KLU menyebut, acara ini dapat menjadi informasi awal kepada wisatawan bahwa pariwisata di tiga Gili sudah mulai berjalan kembali.

“Dari kegiatan ini, bahwa Gili sudah siap dan aman untuk dikunjungi. Terlihat dari setiap kegiatan sudah menerapkan protap covid-19,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Masih Seumur Jagung, Kayu Jembatan Mangrove Pantai Jambianom Retak-retak

Lombok Utara, bukadikit.co- Proyek pengembangan destinasi wisata pantai bintang Jambianom, Dusun Jambianon, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara diduga bermasalah. Hal...

Persiapan MotoGP Mandalika ‘On The Track’, Optimis Digelar November 2021

Mataram, bukadikit.co- Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholders terkait persiapan event MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Gubernur NTB,...

Miris! Ditemukan Kuburan Janin yang Diduga Hasil Aborsi di Pemenang, Lombok Utara

Lombok Utara, bukadikit.co - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan pembongkaran makam tanpa identitas di tanah milik salah satu warga...

Usai Divaksin, Gubernur dan Wagub NTB Yakinkan Vaksin Aman dan Halal

Mataram, bukadikit.co- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menerima vaksinasi covid-19...

Kini NTB Punya Pabrik Teh Kelor, Diharapkan Mampu Serap Tenaga Kerja

Mataram, bukadikit.co- Salah satu kunci mnekan angka kemiskinan di Provinsi NTB adalah dengan menghadirkan industrialisasi. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., mengatakan,...