Home News Finance Bahan Pangan di Lombok Utara Dijamin Mencukupi ditengah Pandemi Covid-19

Bahan Pangan di Lombok Utara Dijamin Mencukupi ditengah Pandemi Covid-19

Lombok Utara, bukadikit.co– Ditengah pandemi virus corona atau covid-19, ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terbilang sangat mencukupi. Mengingat, jumlah produksi dari lahan persawahan mampu melampaui jumlah kebutuhan yang dikonsumsi oleh masyarakat secara keseluruhan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara H.Suardi mengatakan, komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kita panen raya padi, dan alamdulillah padi yang kita panen tadi bulirnya cukup bagus, tentu harapan kita, dapat memberikan manfaat yang lebih besar buat kita, khususnya kita yang sekarang ini dalam kondisi pandemic covid-19.
Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar.” ungkap H.Suardi saat panen raya padi Cherang sekaligus dalam mendukung Kampung Sehat di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis (9/07).

H.Suardi menjleaskan, panen padi itu sesungguhnya gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat sendiri, diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung.

“Menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali” kata dia.

“Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh,” imbuhnya.

H.Suardi saat panen raya padi Cherang sekaligus dalam mendukung Kampung Sehat di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis (9/07).

Hal senada juga diungkapkan oleh, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, ia mengatakan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh. Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan.

“Ketahanan itu yang pertama kalau perut kita terisi kita bisa berpikir, bekerja, dan apapun tantangan kita saat ini dalam menghadapi covid-19, kita sudah siap. Saya rasa itu sebagai arti ketahanan, dan tinggal memberi moril kepada masyarakat untuk menghadapi apapun bentuk pandemi, ya seperti sekarang ini pandemi covid-19” jelasnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan kedepan dan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan, tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Penyebaran wabah Covid itu, katanya, bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik.

“Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, kata Ferry, kampung sehat nantinya bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir.

“Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin,” terangnya.

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H. Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, tetapi jika sudah dikonversi menjadi beras diperkirakan jumlahnya sekitar 35082 ton.

“Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

AJI Desak Pelaku Pelecahan Seksual Terhadap Jurnalis Ditindak Tegas

Mataram, bukadikit.co- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam tindakan pelecahan seksual terhadap Jurnalis Bukadikit.co yang dilakukan oleh SR. Aparat kepolisian diminta menindak...

Pelaku Begal dan Pelecehan Seksual di Lombok Utara Berhasil Diringkus Polisi

Lombok Utara, bukadikit.co - Bunga (nama samaran), seorang warga Lombok Utara menjadi korban kasus pembegalan disertai pelecehan seksual. Kejadiannya pada Rabu (18/11/2020)...

NTB Siap Bangun Pabrik Bata Plastik Pertama di Asia

Mataram, bukadikit.co- Pemerintah Provinsi NTB siap membangun pabrik bata plastik pertama di Asia. Organisasi nirlaba Classroom of Hope telah menawarkan investor dan...

Kini Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan ke NTBCare Melalui Facebook

Mataram, bukadikit.co- Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan aduan dan keluhannya, kini aplikasi NTBCare dapat diakses melalui facebook dengan akun fanpage NTBCare.

Tangkal Hoaks saat Debat Pilwalkot Mataram, AMSI NTB Gelar Cek Fakta Pilkada

Mataram - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah NTB menggelar cek fakta debat kandidat Pemilihan Walikota Mataram 2020. Hal ini dilakukan guna...