Home Lifestyle Anda Ketipu Belanja Online? Jangan Langsung Stres, Simak Cara Berikut untuk Mengatasinya

Anda Ketipu Belanja Online? Jangan Langsung Stres, Simak Cara Berikut untuk Mengatasinya

Mataram, bukadikit.co- Di era yang serba digital seperti sekarang ini, trend berbelanja online memang sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Segala kebutuhan diperjualbelikan melalui internet. Namun, siapa sangka, penipuan berbelanja online pun kerap kali terjadi.

Biasanya, toko online atau online shop (Olshop) akan meminta kepada para pembeli untuk mentransfer uang terlebih dahulu sebelum mengirimkan barang yang dipesan. Setelah bukti pembayaran diberikan, olshop yang berniat menipu akan langsung memblok kontak pembeli atau sengaja menghilang agar tidak terlacak.

Seperti kasus yang dialami oleh Fuji yang mengaku pernah kena tipu berbelanja online di salah satu online shop.

“Saya ketipu 300ribu, membeli mukena, setelah uang saya transfer, saya kirimkan bukti nya, setelah beberapa hari coba dihubungi malah whatsapp saya diblok” akunya (31/10).

Kasus seperti itu mungkin sudah banyak dialami oleh orang-orang di sekitar kita dengan jumlah kerugian yang lebih besar, dan tidak menutup kemungkinan hal itu tidak akan terjadi pada diri kita juga. Jadi harus lebih waspada ya guys.

Nah, jika kamu pernah mengalami atau sedang mengalami kasus penipuan berbelanja online, jangan langsung setres dan putus asa. Karena, bukadikit.co akan memberikan beberapa langkah yang bisa kamu lakukan agar uangmu bisa kembali dan pelaku penipuan jadi jera seperti yang dilansir dari laman facebook telefashion.

  1. Datang ke Bank yang sesuai dengan bank kamu. Karena ini akan memudahkan proses pelacakan.
  2. Serahkan bukti transfer (struk atau sms m-banking) ke customer service (cs) bank.
  3. Ceritakan kronologis secara runtut.
  4. Pihak bank akan menghubungi pelaku penipuan dengan melacak nomer rekening.
  5. Pihak bank akan memblok atau membekukan nomor rekening pelaku penipuan.
  6. Pihak bank akan menghubungi pekau penipuan dan memberi kamu waktu untum berbicara perihal penyelesaian masalah.
  7. Jika penipu tidak mau untuk mengembalikan uangnya, pihak bank akan bekerjasama dengan polisi.
  8. Penipu akan masuk daftar DPO.
  9. Penipu akan ditangkap dan akan mengembalikan uang kamu secara utuh.

Perlu kamu ingat, bukti transfer tidak boleh kamu hilangkan. Karena ini menjadi syarat ke bank untuk bisa melakukan pengaduan. Jika memang sudah terlanjut hilang, maka gunakanlah history pengiriman.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...