Home Education 7 Santriwati GEMA (Generasi Emas Al-Qur'an) dan Tahassus Ponpes Al-Madani Khatam...

7 Santriwati GEMA (Generasi Emas Al-Qur’an) dan Tahassus Ponpes Al-Madani Khatam Sekaligus

Lombok Timur, bukadikit.co – Awal tahun 2020 menjadi sangat istimewa bagi keluarga Pondok pessantren (Ponpes), Al-Madani, Kabupaten Lombok Timur. Bagaimana tidak, Pondok Pesantren yang menjadi pusat pembibitan penghafal Qur’an ini, meluluskan tujuh orang santriwati sekaligus. Jumlah ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya dua sampai empat orang santri.

Tangis haru para wali santri yang datang menghadiri acara khataman atau setoran terakhir di masjid Rahmatan lila’lamin Al-Madani, Jumat Sore (17/1), pun pecah. Dengan penuh rasa bahagia, para santriwati bersimpuh di hadapann ibunya masing-masing. Dengan berlinang air mata, ketujuh santriwati terdebut sujud syukur dan memeluk kedua orang tua mereka masing-masing.

Ketujuh santriwati yang berhasil menghatamkan Al-Quran tersebut, berasal dari daerah yang berbeda. Dari tujuh yang khatam Al-Qur’an, empat diantaranya adalah santriwati tahassus yang baru saja mendapatkan beasiswa dari bank Muamalat yaitu, Ida Safitri asal Masbagik khatam hanya dalam waktu 11 bulan, Putri Dewi Febrianti asal Tembeng Putik khatam 13 bulan, Wafik Azizah asal Suela khatam dalam waktu 2 tahun, dan Jolya Fazlina asal Suela khatam dalam waktu 2 tahun.

Sementara, tiga orang lainnya adalah santriwati GEMA, diantaranya yakni Siti Yulianti, berasal dari Kopang khatam hanya dalam waktu 5 bulan, Huswatun Hasanah asal Selong dan, Helwin Maulidia asal Jerowaru juga mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu 5 bulan.

“Tak ada sesuatu hal yang lebih membahagiakan daripada saat ini, saking bahagianya bibir ini tidak bisa berucap apa apa lagi, terima kasih para tuan guru, asatidz dan asatidzh, yang sudah membimbing anak saya” ujar salah seorang wali dari putri Dewi Febrianti asal Tembeng Putik dengan rasa haru penuh kebanggaan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Al-Madani, H. Habiburrahman.M.pd., mengingatkan, agar para santriwati yang telah khatam untuk tidak pernah merasa puas dan terus berjuang untuk menjadi yang lebih baik.

“Jangan pernah puas dengan apa yang kalian miliki sekarang, karena ini adalah awal bukan akhir dari perjuangan kalian, justru kalian harus lebih bersemangat lagi untuk bisa ke level selanjutnya” katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa yang dibutuhkan oleh para orang tua itu adalah anak-anak yang soleh dan solehah.

“Ini merupakan rahmat, beruntunglah bapak ibu yang anaknya, darah dagingnya sendiri ada yang menjadi penghafal Al-Qur’an, karna anak-anak soleh dan solehah lah yang akan dibutuhkan kelak di hari kiamat untuk menarik tangan tangan kita ke Jannah” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Perbankan Sambut Era Digital dan Web 3.0 Sebagai Tuntutan Zaman

JAKARTA, bukadikit.co- Suka atau tidak suka, saat ini dunia sedang memasuki babak baru dengan hadirnya Web 3.0. Adapun Web3 merupakan visi masa...

Inilah Daftar Media Daerah dan Nasional yang Meraih AMSI Awards 2022, Selamat!

JAKARTA, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar award sebagai ajang penghargaan bagi media siber nasional dan media siber lokal terbaik. Event...

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten dan Bisnisnya Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Guna membentuk ekosistem bisnis media yang sehat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan agency iklan dengan bendera PT Inisiatif Digital...

Huawei dan AMSI Jalin Sinergi Tingkatkan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Jakarta, bukadikit.co– Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka di dunia, menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk mengembangkan kompetensi dan...

Dibuka Menteri Koperasi dan UKM, IDC 2022 Harap Industri Media Sehat

JAKARTA, bukadikit.co- Gelaran event Indonesian Digital Conference (IDC) 2022 yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dilaksanakan di Ballroom 1 Hotel...