Home Health 37 Anak di NTB Positif Covid-19, Para Orang Tua Dilarang Bawa Anak...

37 Anak di NTB Positif Covid-19, Para Orang Tua Dilarang Bawa Anak Keluar Rumah

Mataram, bukadikit.co – Trend kasus anak yang dinyatakan positif terpapar virus corona di Provinsi NTB cukup signifikan.

Sampai dengan hari ini, sudah 37 anak terkonfirmasi positif. Jumlah kasus terbanyak sendiri berasal dari Kota Mataram, yakni sebanyak 23 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB meminta orang tua agar tidak mengajak anak-anaknya untuk beraktifitas di luar rumah, terutama ke tempat-tempat keramaian.

“Terkait dengan penanganan Covid 19, dan minggu-minggu ini baru terlihat anak-anak, perempuan dan lansia terpapar Covid 19. Ada instruksi gubernur hari ini mulai selama tiga hari untuk penggunaan masker dan pembagian masker. Di situ, kami di pasar memberikan arahan kepada pedagang dan pembeli agar tidak membawa anak- anaknya ke pasar,” ujar
Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, di Mataram, Senin (11/05).

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani

Lebih jauh ia menjelaskan, imbauan ini dikeluarkan karena anak-anak yang keluar rumah kerap kali tidak menggunakan masker, sehingga dikhawatirkan akan cepat tertular virus tersebut.

“Dengan adanya potensi tersebut, pada masa pandemi ini juga para siswa harus belajar mandiri di rumah. Terlebih lagi, bebarapa daerah di NTB sudah menjadi transmisi lokal sehingga penyebaran virus Corona cukup cepat.” Jelas Selly.

“Pada bulan Ramadhan ini anak-anak banyak dibawa untuk “ngabuburit”. Pemahaman seperti ini seharusnya orang tua mengerti kondisi seperti ini,” sambungnya.

Sosialisasi penggunaan masker sendiri, kata Selly, akan dilakukan selama tiga hari kedepan.

Selain sosialisasi penggunaan masker, DP3AP2KB NTB juga akan fokus kampanye kepada orang tua agar tidak mengajak anak- anaknya keluar rumah.

“Anak-anak lebih bagus di rumah. Penanganan lebih massive kepada anak- anak terkait pendidikan, makanannya dan lebih dekat dengan keluarga. Pemantauannya lebih bagus kalau di rumah,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Indonesia Pilih Jamu yang Diusul ke UNESCO, Malaysia Gercep Akan Klaim Reog Ponorogo

JAKARTA, bukadikit.co- Negeri Jiran kembali membuat jenggot warga Indonesia terbakar. Pasalnya, negeri tersebut baru-baru ini mengabarkan akan mengklaim Reog Ponorogo dan mendaftarkannya...

AMSI Kembali Gelar Pelatihan Penguatan Manajemen dan Bisnis Media Online

Jakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Pelatihan Penguatan Manajemen, Bisnis, dan Keberlanjutan Media Digital (Training Media Management, Business Development...

5 Tahun Berdiri, AMSI Kolaborasi Bangun Ekosistem Media Digital Sehat dan Berkelanjutan

Yogyakarta, bukadikit.co- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) selama dua hari di Yogyakarta. Ada puluhan peserta dari seluruh...

Indonesia Fact-checking Summit 2021 akan Bahas Isu Krusial Periksa Fakta

Jakarta, bukadikit.co - Jejaring Cek Fakta yang digawangi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) serta...

Banyak Kasus Pencabulan, Kapolres Lombok Utara: Waspadai Orang Terdekat

Lombok Utara, bukadikit.co- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Ferry Jaya Satriansyah SH., mengimbau kepada seluruh masyarakat di Lombok Utara untuk...