Home News Hukum 11 Kasus Pembangunan RTG di NTB Masih Proses Penyidikan Polda

11 Kasus Pembangunan RTG di NTB Masih Proses Penyidikan Polda

Lombok Utara, bukadikit.co– Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat sedang menangani sebelas kasus dugaan penyimpangan dana bantuan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di provinsi Nusa Tenggara Barat. Kesebelas kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan untuk pembangunan RTG tersebut terjadi di tujuh kabupaten, termasuk di Kabupaten Lombok Utara. Hal tersebut diungkapkan Kabid Hukum Polda NTB, Abdul Azaz Siagian saat ditemui di Kayangan, Rabu (11/12).

“Semua kabupaten yang terdampak ada, tapi tidak harus saya sampaikan soalnya itu masih proses penyidikan, pokoknya dari sebelah kasus itu semua kabupaten ada,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan masing-masing kabupaten di NTB memiliki dua atau tiga dari tujuh kasus pembangunan RTG tersebut.

“Kabupaten itu ada tujuh kalau ada sebelas berarti ada kabupaten yang dua kasus dan ada yang tiga kasus, Lombok Utara sendiri ada, temasuk sebelas kasus dengan 7 kabupaten yang terdampak berarti ada yang dua, ada yang tiga kasus.” paparnya.

Azaz kemudian memaparkan modus kasus pembangunan yang sedang disidik Polda NTB.

“Pertama aplikator itu tidak melaksanakan sesuai SPK jadi perjanjiannya dengan pokmas, kedua diambil anggaranya, tahu-tahu kabur, kemudian ada yang membeli atau membelanjakan barang untuk bahan bangunan tidak sesuai, itulah modus-modusnya.

Tentu kita melakukan penyidikan untuk mencari bukti yang cukup, ini masih tahap penyelidikan, dalam melaksanakan pembangunan itukan ada tim teknis jadi dalam pembangunan rumah tahan gempa itu, ada tim teknis untuk mendampingi baik itu dari lembaga LPJKnya itu didampingi, jadi kalau ada pelaksana aplikator pasti ditemukan, itu tim teknis lapangan yang lebih tahu.” terangnya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono membeberkan kasus pembangunan RTG di Lombok Utara. Ia menyebut terdapat beberapa pokmas yang melapor.

“Ada fasilitator yang dilaporkan oleh pokmas saat ini sedang dilakukan penyidikan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama nanti bisa kita simpulkan,” papar Herman.

Ia menambahkan, modus lain kasus  pembangunan RTG di Lombok Utara juga dikarenakan oleh dana yang sudah dicairkan, namun pembangunan di lapangan tidak kunjung dilakukan.

“Banyak masyarakat yang melapor sudah dilakukan pencairan tetapi progress dilapangan tidak sesuai dengan uang yang sudah dicairkan dan dari pihak aplikator untuk dihubungi sangat sulit sehingga mereka melaporkan kepada kita.

Di daerah Tanjung sendiri ada, kemudian di Bayan juga ada, saya tidak tahu pasti karena memang kita sedang melakuan penyidikan, mudah-mudahan ini segera bisa kita simpulkan, apakah bisa kita lakukan untuk menaikan ke tahap penyidikan atau bagaimana nanti kita katakan lebih lanjut ke rekan-rekan media.” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Kadis Lingkungan Hidup dan Perkim Lombok Utara Hadiri Prosesi Pemakaman ASN Pemda KLU

Mataram, bukadikit.co -  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lombok Utara Muhammad Zaldi ST MT mewakili Bupati Lombok Utara...

Bupati dan Wabup Apel Pagi Sekaligus Halal Bihalal Pemda KLU

Lombok Utara, bukadikit.co- Bupati H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng memimpin apel pagi yang dirangkaikan...

Momentum Idul Fitri, Bupati Lombok Utara Mengajak Kompak Bersatu

Lombok Utara, bukadikit.co - Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaksanakan sholat Ied di Masjid Ikhwanul Muttaqien Gondang, Kecamatan Gangga (13/5/2021)....

Peduli Sesama, PBH Mangandar Keliling Lombok Gelar Ngaji Hukum sampai Pelosok

Mataram, bukadikit.co- Pusat Bantuan Hukum (PBH) Mangandar menggelar kegiatan ngaji hukum ke beberapa wilayah di pelosok. Kegiatan yang didasari atas keinginan di...

Gubernur NTB Berikan Bantuan Sosial Kepada 958 Petugas Kebersihan

Mataram, bukadikit.co- Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan sosial kepada 958 petugas kebersihan, terdiri dari 600 petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram...